Skripsi
Makna Sosial pada Upacara Labuh Saji di Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi
Penelitian tentang Upacara Labuh Saji di Pantai Pelabuhan Ratu ini berfokus pada makna sosial yang berada di masyarakat Pelabuhan Ratu itu sendiri. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510130002 301 LIN 20/2018 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 5) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 LIN 20/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xi, 99 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Linda Damayanti -
Penelitian tentang Upacara Labuh Saji di Pantai Pelabuhan Ratu ini berfokus pada makna sosial yang berada di masyarakat Pelabuhan Ratu itu sendiri. Bagaimana makna sosial tersebut tumbuh dan mendasari masyarakat Pelabuhan Ratu untuk mempertahankan Upacara Labuh Saji yang diperoleh secara turun temurun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara observasi partisipasi di dalam pelaksanaan Upacara Labuh Saji, untuk dapat menggambarkan Upacara Labuh Saji melalui sudut pandang pelaksana Upacara Labuh Saji. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam terhadap sesepuh nelayan dan ketua panitia Upacara Labuh Saji. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan data-data mengenai pelaksanaan Upacara Labuh Saji di Pelabuhan Ratu, mulai dari persiapan hingga pelasanaan, dan makna sosial yang tumbuh dalam Upacara Labuh Saji secara mendalam. Upacara Labuh Saji merupakan bentuk upacara yang mulai berkembang pada nelayan di Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Selain berbentuk upacara yang sakral, sebagian juga di jadikan hiburan bagi masyarakat setempat, yang kemudian memicu tumbuhnya rasa tolong menolong, solidaritas, dan rasa syukur dari Upacara Labuh Saji tersebut.
Kata kunci : Upacara Labuh Saji, Nelayan, Makna Sosial.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






