Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Analisis Pengendalian Kualitas Produk dengan Menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada Minute Maid Nutriboost di Pt Coca Cola Amatil Indonesia


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas pada produk Minute Maid Nutriboost, untuk mengetahui penyebab kecacatan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170610120048651 ANN 49/2016Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    651 ANN 49/2016
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    651 ANN 49/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas pada produk Minute Maid Nutriboost, untuk mengetahui penyebab kecacatan produk yang terjadi serta untuk mengetahui usulan perbaikan pada produk tersebut. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini dilaksanakan di PT Coca Cola Amati Indonesia, Rancaekek, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Menggunakan metode eksploratif dan menggunakan metode purposive sampling.Sampel penelitian ini adalah keseluruhan data produksi pada produk Minute Maid Nutriboost dalam kurun waktu 9 bulan, yaitu dari bulan Januari 2015-September 2015. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kualitas pada Minute Maid Nutriboost belum optimal. Penyebab cacat produk yang terjadi pada Minute Maid Nutriboost berdasarkan Fault Tree Analysis (FTA) dipengaruhi oleh faktor mesin, SDM, dan manajemen. Yaitu terjadi masalah pada proses produksi lain, operator kurang ahli, belum ada hukuman yang pasti untuk operator apabila terjadi kesalahan, kurangnya koordinasi bagian ME dengan bagian quality control, operator kelelahan, kurang pengawasan dari leader, kurangnya pemeliharaan mesin. Berdasarkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) didapatkan bahwa cacat yang memiliki tingkat kritis efek cacat terbesar terhadap proses produksi adalah cacat tutup botol miring dengan nilai RPN (Risk Priority Number) sebesar 648. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, perusahaan disarankan melakukan pengendalian kualitas secara disiplin berdasarkan SOP yang telah ditetapkan. Perusahaan disarankan menerapkan sistem pengendalian kualitas dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Karena berdasarkan pohon kesalahan didapatkan akar penyebab produk cacat, sehingga diharapkan penyebab-penyebab tersebut bisa dihilangkan. Kemudian berdasarkan nilai RPN, perusahaan sebaiknya lebih fokus pada penyebab kecacatan yang memiliki efek terbesar pada prose produksi. Serta perusahaan disarankan untuk melakukan perbaikan pada faktor-faktor produksi. Kata Kunci :Pengendalian Kualitas, Kualitas, Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), Cacat Produk
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi