Skripsi
Kapasitas Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dalam Mengelola Cagar Budaya di Kawasan Pusat Kota Bandung
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya aset daerah Kota Bandung berupa bangunan cagar budaya yang tidak terpelihara di jalan Braga kawasan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110140026 351 LUK 57/2018 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 LUK 57/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xv, 129 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Lukky Aprinaldi -
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya aset daerah Kota Bandung berupa bangunan cagar budaya yang tidak terpelihara di jalan Braga kawasan pusat kota. Bangunan tersebut banyak mengalami perubahan secara fisik, beberapa diantaranya telah hilang dan mengalami pembongkaran. Penyebab utamanya adalah minimnya pengelolaan asset budaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang berperan sebagai organisasi publik dalam pemeliharaan dan pengembangan aset budaya yang dituntut untuk memiliki kelengkapan organisasi secara optimal. Maka dari itu, penulis ingin mengetahui kapasitas organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dalam menyelenggarakan pengelolaan cagar budaya di kawasan pusat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Grindle dan Hilderbrand mengenai lima dimensi kapasitas organisasi yang terdiri dari : lingkungan tindakan, konteks kelembagaan sektor publik, jaringan tugas, organisasi, dan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan penelitian lapangan dengan teknik purposive untuk memilih informan. Untuk memvalidasi data menggunakan triangulasi sumber dan teknik Hasil penelitian menunjukan bahwa dimensi konteks kelembagaan sektor publik masih terdapat kendala dalam hal peraturan dan dukungan anggaran. Dari segi jaringan komunikasi dan interaksi dengan pihak stakeholder belum terprogram dengan baik. Kemudian dari dimensi organisasi masih terdapat kekurangan dalam hal struktur kerja dan sumber daya fisik. Dari segi kompetensi sumber daya manusia belum optimal dalam hal pelatihan, rekruitmen dan pemanfaatan pegawai. Saran dari penelitian ini yaitu perlunya membentuk tim pengawas terpadu yang terdiri dari beberapa perwakilan stakeholder terkait, mebuat target khusus dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta meningkatkan dan memperluas hubunga dengan pihak-pihak eksternal diantaranya pihak pengembang, komunitas pecinta budaya, media – media, pihak akademisi dan praktisi serta organisasi publik terkait.
Kata kunci : Kapasitas Organisasi, Disbudpar Kota Bandung, Pengelolaan, Cagar Budaya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






