Detail Cantuman

Image of Kerjasama Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan dalam Subsektor Perfilman Tahun 2013-2017

Skripsi  

Kerjasama Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea Selatan dalam Subsektor Perfilman Tahun 2013-2017


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kerjasama ekonomi kreatif Indonesia dengan Korea Selatan dalam subsektor perfilman pada tahun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210140032327 EVI 65/2018Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 EVI 65/2018
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 93 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kerjasama ekonomi kreatif Indonesia dengan Korea Selatan dalam subsektor perfilman pada tahun 2013 hingga 2017, dilatar belakangi oleh menipisnya sumber daya alam sehingga negara-negara yang ada di dunia berlomba-lomba menerapkan dan membangun ekonomi kreatif dengan kerjasama internasional sebagai salah satu upayanya. Ditunjang dengan interdependensi dan kerjasama internasional sebagai konsep dan teori yang diterapkan, Korea Selatan dipandang sebagai pihak yang lebih unggul dan mendapatkan keuntungan lebih dalam kerjasama yang terjalin mengenai subsektor perfilman, akan tetapi interdependensi melihat bahwa keadaan asimetris tersebut merupakan hal yang lumrah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan studi literatur melalui berbagai macam sumber untuk kemudian dianalisis dan diberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam kerjasama ekonomi kreatif subsektor perfilman dilaksanakan melalui tiga proses kerjasama yatu bargaining, agreement dan enforcement, dalam melakukan ketiga proses tersebut seringkali terdapat kendala atau ketimpangan, melalui analisis peneliti menemukan bahwa terdapat ketimpangan dalam hubungan kerjasama dimana Korea Selatan jelas memiliki power dan keunggulan yang dalam berbagai bidang dibandingkan dengan Indonesia, akan tetapi hal tersebut tidak selalu buruk karena Indonesia pun tetap mendapatkan keuntungan berupa investasi untuk mendorong pembangunan industri perfilman, transfer teknologi dan informasi, serta mempererat hubungan kedua negara dengan memfasilitasi para aktor dalam industri perfilman kedua negara.

    Kata kunci : Kerjasama, Ekonomi Kreatif, Indonesia, Korea Selatan, Perfilman.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi