
Skripsi
Mitigasi Banjir (Studi Kasus Pada Masyarakat Bantaran Hilir Sungai Cikapundung)
Skripsi ini merupakan studi kasus tentang strategi mitigasi banjir pada masyarakat bantaran hilir sungai Cikapundung, khususnya warga RW 14 kampung ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510100066 301 RIK 52/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 RIK 52/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 RIK 52/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Riky Novalia Suhendi -
Skripsi ini merupakan studi kasus tentang strategi mitigasi banjir pada masyarakat bantaran hilir sungai Cikapundung, khususnya warga RW 14 kampung Leuwi Bandung, Desa Citeureup Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Studi ini mencoba menggambarkan strategi yang dilakukan oleh masyarakat kampung Leuwi Bandung dalam menghadapi resiko dari banjir sebagai upaya untuk tetap dapat bertahan di wilayah tersebut. Data yang disajikan dalam skripsi ini adalah gabungan dari kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan metode survei menggunakan kuesioner kepada para responden, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara informan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat bantaran hilir sungai Cikapundung, memiliki berbagai strategi yang dilakukan dalam menghadapi resiko dari banjir. Strategi tersebut terbagi menjadi 3 tahap, yaitu pada pencegahan sebelum banjir, kemudian respon ketika banjir dan pemulihan setelah banjir. Bentuk-bentuk strategi itu ada yang bersifat struktural dan bersifat non – struktural. Sebagai kesimpulan banjir yang terjadi di wilayah bantaran hilir sungai Cikapundung merupakan sebuah bencana alam karena terlihat adanya hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Di dalam hubungan tersebut timbul beberapa faktor kerentanan dan ketahanan yang dimiliki oleh warga RW 14 terhadap bahaya alam yang ditimbulkan oleh banjir. Maka tindakan mitigasi dilakukan didasari oleh faktor kerentanan dan faktor katahanan yang dimilikinya. Selain itu, tindakan mitigasi merupakan sebuah proses adaptasi secara kebudayaan yang dilakukan oleh warga RW 14 berdasarkan adanya ketidak seimbangan lingkungan ekosistem. Bentuk-bentuk tindakan seperti rumah yang sudah direkonstruksi merupakan sebuah produk kebudayaan yang sudah disesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Bencana, Banjir, Hilir Sungai -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






