
Skripsi
Kapital Sosial Penerima Program Penanganan Fakir Miskin di Desa Lebakwangi Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka
Penelitian ini menganalisis kapital sosial pada masyarakat penerima program Penanganan Fakir Miskin di Desa Lebakwangi dengan menggunakan teori ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170710140017 301 JIJ 17/2018 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 JIJ 17/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xii, 82 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Jijah Suhardjo -
Penelitian ini menganalisis kapital sosial pada masyarakat penerima program Penanganan Fakir Miskin di Desa Lebakwangi dengan menggunakan teori kapital sosial yang kemudian dibatasi kedalam tiga aspek yakni kepercayaan, norma, dan jaringan. Menurut status kesejahteraannya, sebanyak lebih dari 50% masyarakat Desa Lebakwangi tergolong dalam desil satu. Program Penanganan Fakir Miskin membentuk satuan kelompok penerima program yang disebut KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sehingga hasil dari penelitian ini berupa deskripsi kualitas unsur-unsur kapital sosial yang dapat digunakan masyarakat penerima program sebagai akibat adanya program yang telah dijalankan. Observasi dan wawancara mendalam merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Melalui teknik penelitian yang digunakan, terlihat hasil bahwa kapital sosial yang terbentuk adalah kapital sosial yang sifatnya mengikat (eksklusif) sehingga tidak mencerminkan keseluruhan dari inti kapital sosial. Namun kapital sosial mengikat juga mencerminkan semangat imbal balik dalam kelompok. Anggota kelompok saling memberikan kemudahan (resiprositas) dan membantu kepentingan orang lain. Di lain sisi, kepercayaan diantara kelompok teridentifikasi minim melalui kesepakatan yang terdapat dalam kelompok. Jejaring pada kelompok penerima tidak terbentuk karena keterbatasan akses dan informasi. Norma hanya berbentuk kesepakatan dan himbauan. Apabila jejaring merupakan inti dari kapital sosial maka hendaknya fasilitator terus mengawal penerima program dalam penguatan jejaring kelompok.
Kata kunci : Kemiskinan, Program Pemerintah, Kapital Sosial, Resiprositas.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






