
Skripsi
Kolaborasi dalam Penanganan Konflik Tanah Ulayat : studi kasus pada Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur di Kabupaten Tanah Datar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap keterlibatan Lembaga Kerapatan Adat Nagari dalam penanganan konflik tanah ulayat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110100118 351 DIN 101/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 DIN 101/2017Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xix, 106 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dina El Rahmi -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap keterlibatan Lembaga Kerapatan Adat Nagari dalam penanganan konflik tanah ulayat yang ada di Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi penanganan konflik tanah ulayat pada Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur. Penelitian ini menggunakan teori dari Jagoda Perich-Anderson (2003:257- 268) mengenai Effective Collaborative Process yang terdiri dari empat dimensi yaitu, ensure strong leadership for a collaborative process, build commitment to a common goal that cannot be achieved without collaboration, invite,encourage and incorporate multiple points of view dan address process issues. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Dengan informan berjumlah sembilan orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat masalah dan hambatan dalam penanganan konflik tanah ulayat studi kasus pada Nagari Padang laweh Malalo dan Nagari Sumpur di Kabupaten Tanah Datar, antara lain belum terpenuhinya salah satu target kerja yang sudah ditetapkan, belum adanya pertemuan lanjutan dengan jeda lebih dari dua tahun, serta belum adanya keputusan yang dapat dijalankan oleh setiap pihak. Dari hasil pembahasan yang penulis lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kolaborasi dalam penanganan konflik tanah ulayat studi kasus pada Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur di Kabupaten Tanah Datar belum terlaksana sesuai dengan Effective Collaborative Process menurut Jagoda Perich-Anderson (2003:257-268).
Kata Kunci : Kolaborasi, Konflik Tanah Ulayat, Kerapatan Adat Nagari.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






