Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pengawasan Penandaan Label pada Kemasan Pangan Olahan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran penandaan label pada kemasan pangan olahan yang mempengaruhi kualitas pangan yang beredar ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110130069351 RIF 32/2018Perpustakaan Fisip UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 RIF 32/2018
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 90 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran penandaan label pada kemasan pangan olahan yang mempengaruhi kualitas pangan yang beredar di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan teori tahap-tahap pengawasan yang dikemukakan oleh Manullang sebagai pedoman bagaimana seharusnya pelaksanaan pengawasan itu dilakukan. Dalam teori yang dikemukakan oleh Manullang terdapat tiga langkah dasar pengawasan, yakni Menetapkan alat ukur (standar), Mengadakan penilaian (evaluate), Mengadakan tindakan koreksi (corrective action). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena penelitian ini bermaksud meneliti cara kerja sebuah organisasi secara mendalam dari proses pengawasannya. Data yang didapat dari penelitian ini bersumber dari studi lapangan dan studi pustaka. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive yang kemudian diuji keabsahan data nya dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pengawasan penandaan label yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung sebagai instansi yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melakukan tugas pemerintahan khususnya terkait pengawasan penandaan label pada kemasan pangan olahan belum berjalan efisien dan jangkauan dari pengawasan ini masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan oleh masih kurangnya pengawasan preventif serta sumber daya manusia yang belum mencukupi untuk melakukan tugas pengawasan tersebut. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan dapat meningkatkan sosialisasi kepada konsumen dan produsen agar memahami bagaimana penandaan label yang tepat. Kebutuhan akan sumber daya juga seharusnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan kerja untuk dapat meningkatkan jangkauan pengawasan.

    Kata kunci : Pengawasan, Pangan, Label Pangan, Penandaan Label, Jawa Barat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi