Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Kerja sama United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization dengan Indonesia dalam Pelestarian Warisan Dunia : studi kasus Indonesian Funds-in-Trust untuk mengeluarkan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra dari status bahaya


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk kerja sama salah satu agen pembangunan PBB, yaitu UNESCO dengan Indonesia dalam sebuah kerangka ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210140046327 MIC 21/2018Perpustakaan Fisip UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 MIC 21/2018
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxiii, 101 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk kerja sama salah satu agen pembangunan PBB, yaitu UNESCO dengan Indonesia dalam sebuah kerangka kerja sama bernama Indonesian Funds-in-Trust (IFIT) yang salah satu programnya bertujuan untuk mengeluarkan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) dari status bahaya. Dalam menjelaskan fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan konsep milik David Mitrany yaitu Kerja Sama Fungsional yang menjadi bagian dai keseluruhan konsep Kerja Sama Internasional. Serta, turut didukung juga dengan teori Organisasi Internasional. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif analisis deskriptif, dengan bentuk studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan kerja sama antara UNESCO dengan Indonesia didasari pada koordinasi aktif antara kedua belah pihak. Kerja sama terjalin melalui pembagian peran dan tugas antar pihak, UNESCO menjalankan fungsi pengawasan dan peninjauan, sementara Indonesia melalui Tim Koordinasi Warisan Dunia Indonesia menjalankan fungsi teknis dan lapangan. Dijembatani oleh rapat koordinasi dan laporan tahunan mengenai perkembangan dari Desired State of Conservation for Removal (DSOCR) dan Rencana Aksi yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Proses perbaikan integritas TRHS nampaknya memerlukan waktu lebih panjang, bagaimanapun, pemerintah Indonesia bersama UNESCO sudah berhasil mengatasi 2 indikator DSOCR melalui pengadaan kajian Strategic Environmental Assessment (SEA).
    Kata kunci : Kerja Sama Internasional, Warisan Dunia, UNESCO, Pelestarian, Indonesia, dan Indonesian Funds-in-Trust.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi