
Text
Evaluasi Penggunaan Obat (EPO) Osteoporosis Secara Retrospektif Pada Penderita Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung
Satu dari tiga wanita Indonesia yang berusia di atas 45 tahun beresiko terkena osteoporosis. Karena penyakit osteoporosis terutama diderita oleh ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021071000099 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2006Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2007 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2006Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Satu dari tiga wanita Indonesia yang berusia di atas 45 tahun beresiko terkena osteoporosis. Karena penyakit osteoporosis terutama diderita oleh penderita yang telah berusia lanjut, maka pemberian terapi farmakologis pada penderita ini harus benar-benar memperhatikan prinsip-prinsip pengobatan pada usia lanjut. Untuk dapat mengetahui gambaran pemberian obat osteoporosis pada penderita, maka dilakukan penelitian secara retrospektif terhadap data rekam medik penderita osteoporosis pada salah satu rumah sakit di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa osteoporosis lebih banyak diderita oleh wanita (83,1%). Usia yang banyak menderita osteoporosis adalah kelompok umur 61-70 tahun (64,8%). Obat osteoporosis yang paling sering diberikan berupa 1 jenis suplemen kalsium (33,69%). Dan jenis suplemen kalsium yang banyak digunakan adalah kalsium laktas (48,84%) sedangkan jenis bisfosfonat yang banyak digunakan adalah natrium risedronat (96,15%). Nama obat generik (62,22%). Bentuk sediaan yang banyak dipakai adalah bentuk tablet (69,62%), yang diberikan dalam bentuk oral (100%). Jenis obat lain yang diberikan dalam pengobatan osteoporosis adalah vitamin suplemen (35,89%).
Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), Lansia, Osteoporosis. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






