Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Rajutan dengan Metode Six Sigma pada Saung Rajut Binong Jati Bandung


Pengendalian kualitas adalah aktivitas manajemen untuk mengukur ciriciri kualitas dari produk yang ada, membandingkannya dengan spesifikasi atau ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170610120030651 ANI 6/2018Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    651 ANI 6/2018
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiix, 73 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    651
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengendalian kualitas adalah aktivitas manajemen untuk mengukur ciriciri kualitas dari produk yang ada, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dengan standarisasi. Saung Rajut merupakan perusahaan industri yang bergerak dibidang pakaian rajutan. Dua penyebab produk cacat tertinggi yaitu benang kusut sebesar 67,35% dan jahitan kurang rapi 32,64%. Penelitian ini menggunakan tahap define, measure, analyze dan improve (DMAI) dengan sampel jumlah produksi dan jumlah produk cacat pada bulan Oktober 2012 – September 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi produk cacat (defect) sehingga proses produksi lebih efisien. Pengolahan data menggunakan The 7 Quality Control Tools dan Minitab17. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pengendalian kualitas dengan metode six sigma menghasilkan nilai level sigma sebesar 2,83 dengan tingkat kerusakan sebesar 1403 untuk satu juta produksi (DPMO). Terdapat dua jenis kecacatan probabilitas tertinggi yaitu, benang kusut dan jahitan kurang rapi. Penyebab paling dominan adalah faktor benang kusut karena penggunaan mesin kurang optimal. Menurut hasil yang didapatkan, pengendalian kualitas dengan metode six sigma lebih efektif mengidentifikasi penyebab kecacatan dan solusi tindakan untuk perbaikan agar perusahaan mencapai level 6 sigma (zero defect).

    Kata kunci : Pengendalian kualitas, Six Sigma, DMAI, The 7 Quality Control Tools, defect, efektif.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi