
Skripsi
Bundo Kanduang pada Masyarakat Minangkabau Masa Kini : studi kasus pada Bundo Kanduang di Nagari Koto Gadang Kab. Agam dan Nagari Pagaruyuang Kab. Tanah Datar
Penelitian ini menggambarkan tentang sosok Bundo Kanduang pada masyarakat Minangkabau saat ini khususnya di nagari Koto Gadang, kab. Agam dan nagari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510130041 301 HEN 62/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 HEN 62/2017Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xviii, 102 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Heni Sukma -
Penelitian ini menggambarkan tentang sosok Bundo Kanduang pada masyarakat Minangkabau saat ini khususnya di nagari Koto Gadang, kab. Agam dan nagari Pagaruyuang, kab. Tanah Datar, Sumatra Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan apa saja kedudukan serta peran yang dimiliki oleh Bundo Kanduang pada masa kini, dan juga akan mengungkapkan terjadinya pergeseran pada kedua hal tersebut yang disebabkan oleh adanya akulturasi kebudayaan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, dan wawancara kepada informan-informan kunci. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diungkapkan bahwa pada masa kini Bundo Kanduang telah mengalami beberapa pergeseran pada kedudukan serta perannya. Banyak peranan yang kini diambil oleh para Bundo Kanduang kurang sesuai dengan adat asli masyarakat Minangkabau terdahulu. Hal ini disebabkan oleh adanya pemikiran budaya baru yakni pemikiran patriarki pada pemikiran masyarakat Minangkabau, menyebabkan laki-laki dapat jauh lebih berkuasa dibandingkan dengan perempuan. Namun sisi positif dari masuknya budaya baru ini menyebabkan perempuan Minangkabau jauh lebih mandiri dan lebih berkarya di berbagai bidang dibanding sebelumnya. Penulis dapat menarik kesimpulan bahwa adanya pergeseran pada kedudukan serta peran Bundo Kanduang ini tidak terlalu mempengaruhi keutuhan adat Minangkabau secara keseluruhan. Adapun dampak yang diakibatkan oleh terjadinya pergeseran ini menyebabkan hal positif dan negatif bagi kehidupan Bundo Kanduang itu sendiri, dimana kekuasaannya sedikit melemah dalam rumah gadang, namun kehidupannya sebagai seorang wanita jauh lebih bebas dan setara dengan laki-laki dalam menjalankan profesi
Kata kunci : Pergeseran kedudukan dan peran, Bundo Kanduang, Minangkabau.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






