
Skripsi
Modal Sosial pada Masyarakat Bantaran Sungai Cidurian dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah di Rw 10 Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung
Modal sosial berperan sebagai perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat. Modal sosial tumbuh karena hubungan kekerabatan, kebersamaan antar ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170310100054 362 FAU 94/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 362 FAU 94/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362 FAU 94/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Fauziah Kania Dewi -
Modal sosial berperan sebagai perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat. Modal sosial tumbuh karena hubungan kekerabatan, kebersamaan antar sesama masyarakat yang begitu kental. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan modal sosial pada masyarakat bantaran sungai Cidurian dalam kegiatan pengelolaan sampah di RW 10 Kel.Cigadung, Kec.Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Adapun aspek-aspek modal sosial yang ada di dalam masyarakat ini adalah: norma, kepercayaan, dan jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang disajikan secara deskriptif dan dikaji dengan teknik studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi non partisipatif, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Informan berjumlah 9 orang yang terdiri terdiri dari Ketua RT 2 orang, Ketua Komunitas Engkang-engkang, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sakura, 2 orang Anggota Komunitas, 2 orang kader RW, serta pegawai kebersihan di RW 10. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa potensi modal sosial yang ada di masyarakat RW 10 bantaran sungai Cidurian telah membentuk kesadaran kolektif masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah. Jaringan sosial pada masyarakat RW 10 berkembang secara internal maupun eksternal. Norma yang dimiliki masyarakat RW 10 bantaran sungai Cidurian adalah peraturan tertulis berupa tata tertib yang dibuat secara musyawarah oleh pengurus RW serta masyarakat RW 10. Konsistensi mematuhi norma dan nilai lingkungan di RW 10 menjadi pedoman dalam berperilaku. Kepercayaan masyarakat yang kuatAdanya keterbukaan dan keyakinan yang kuat dalam menjalankan aturan, serta kerukunan dalam menjaga hubungan menjadikan setiap masyarakat saling percaya. Adanya tindakan yang proaktif, partisipasi yang tinggi diiringi inisiatif dan inovasi menjadikan masyarakat memiliki modal sosial yang kuat dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian penulis merekomendasikan saran sebuah plan of treatment berupa kegiatan pelatihan “Manajemen Organisasi dan Usaha”. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai bagaimana cara mengelola oganisasi dan pemasaran produk. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memancing ide-ide kreatif, memotivasi dan menginspirasi masyarakat dalam menjalankan organisasi dan usaha. Kata Kunci: Modal Sosial, Masyarakat Bantaran Sungai, Kegiatan Pengelolaan Sampah -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






