
Text
Pola Resistensi Pseudomonas aeruginosa Yang Diisolasi dari Air Bak Mandi Pada Beberapa Rumah Sakit di Kabupaten Bandung
Telah dilakukan penelitian dengan tahapan kerja sebagai berikut: metode hitungan cawan, isolasi, identifikasi, uji resistensi, dan koefisien fenol ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021071000013 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 1930Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2007 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 1930Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Telah dilakukan penelitian dengan tahapan kerja sebagai berikut: metode hitungan cawan, isolasi, identifikasi, uji resistensi, dan koefisien fenol terhadap isolat P. aeruginosa yang berasal dari beberapa bak mandi pada lima rumah sakit (RS "A", "B", "C", "D", dan "E") di Kabupaten Bandung. Hasil hitungan cawan menunjukkan adanya pengaruh perbedaan antara penggunaan bak mandi permanen (RS "B" dan "C") dan non-permanen (RS "A", "D", dan "E") terhadap jumlah koloni P. aeruginosa per ml. Hasil uji resistensi menunjukkan bahwa P. aeruginosa yang berasal dari rumah sakit "A", "C", "D", dan "E" masih sensitif terhadap seftazidim, piperasillin/tazobaktam, siprofloksasin, meropenem, dan gentamisin. Pada rumah sakit "B" ditemukan isolat P. aeruginosa yang resisten terhadap seftazidim (20%), piperasilin/tazobaktam (12%), siprofloksasin (20%), dan gentamisin (20%). Penggunaan antiseptik pada air bak mandi masih efektif terhadap P. aeruginosa baik yang sensitif maupun resisten. Hal ini diketahui berdasarkan pengujian koefisien fenol menggunakan chloroxylenol sebagai antiseptik uji dibandingkan dengan fenol. Hasil koefisien fenol menunjukkan untuk P. aeruginosa sensitif sebesar 14 dan P. aeruginosa resisten sebesar 8.
Kata kunci : Pseudomonas aeruginosa, resistensi, air bak mandi, antiseptik, dan rumah sakit. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






