Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pemikiran Pemerintahan Islami : Studi perbandingan pada pemikiran Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat (Indonesia) 2008-2016 dan Nik Abdul Aziz Nik Mat sebagai Menteri Besar Kelantan (Malaysia) 1990-2013


Di Indonesia dan Malaysia, keinginan dan desakan untuk melakukan formalisasi syariat Islam berkembang menjadi diskursus mengenai posisi Islam dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170410130084320 RIZ 99/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 RIZ 99/2017
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxvi, 179 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Di Indonesia dan Malaysia, keinginan dan desakan untuk melakukan formalisasi syariat Islam berkembang menjadi diskursus mengenai posisi Islam dan Negara berikut pula dalam hal penyelenggaraan pemerintahan. Kemunculan para tokoh Muslim yang berasal dari kalangan pendukung formalisasi syariat Islam menjadi kepala daerah melalui proses demokrasi menjadi salah satu gejala yang menarik untuk dikaji dalam konteks pemerintahan lokal di kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gagasan tokoh Muslim yang berasal dari kalangan pendukung formalisasi syariat Islam dan perilaku mereka selama memegang jabatan publik dalam pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan diperkaya dengan metode perbandingan pemerintahan yaitu dengan menggunakan alat ukur perbandingan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, terdapat persamaan dan perbedaan gagasan-gagasan konseptual Ahmad Heryawan dan Nik Abdul Aziz Nik Mat mengenai posisi antara Islam, Pemerintahan, dan revivalisme Islam. Kedua, gagasan-gagasan tersebut dapat dilihat dalam tataran implementatifstrategis berupa kebijakan selama mereka secara berturut-turut menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan Menteri Besar Kelantan. Ketiga, dalam tataran tersebut terlihat persamaan dan perbedaan mengenai cara dan skala penerapan syariat Islam, sehingga disimpulkan mengenai ruang alternatif bagi adanya Pemerintahan Islami untuk dapat diterapkan tanpa tatanan formal pemerintahan Islam.

    Kata Kunci : pemikiran Islam, formalisasi syariat Islam, Indonesia, Malaysia, pemerintahan Islami.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi