Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pembinaan Narapidana Residivis pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Bandung, Jawa Barat


Penelitian ini berjudul “Pembinaan Narapidana Residivis pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Bandung, Jawa Barat”. Latar belakang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170310110046362 PUT 22/2016Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    362 PUT 22/2016
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    362 PUT 22/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul “Pembinaan Narapidana Residivis pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Bandung, Jawa Barat”. Latar belakang diadakannya penelitian ini karena munculnya fenomena residivis (pengulangan tindak pidana) yang berada dalam Lembaga Pemasyarakatan. Dalam kurun waktu tiga tahun dari 304 narapidana yang berada pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA bandung, Jawa Barat hampir 10% penghuninya berstatus residivis, padahal Lembaga Pemasyarakatan seharusnya dijadikan sarana rehabilitatif bagi narapidana agar tidak mengulangi kesalahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembinaan yang diberikan oleh Lembaga pemasyarakatan berpengaruh bagi narapidana residivis agar kelak ketika kembali ke masyarakat, residivis dapat mengembalikan keberfungsian sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sedangkan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pedoman wawancara serta pedoman observasi dengan teknik wawancara mendalam dan observasi non partisipatif. Informan dalam penelitian ini adalah enam orang yang terdiri dari empat orang pemberi pembinann (petugas Lapas) dan dua orang narapidana residivis sebagai penerima pembinaan. Informan ditentukan melalui cara purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan pembinaan yang diberikan bagi narapidana residivis sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup mereka ketika kembali ke masyarat, namun pada pelaksanaannya beberapa dari pembinaan yang diberikan masih berjalan kurang maksimal karena beberapa hal antara lain minimnya sumberdaya manusia yang dimiliki Lapas dalam menjalankan pembinaan, over kapasitas Lapas yang dapat menyebabkan potensi konflik, fasilitas yang tersedia kurang memadai serta jadwal kegiatan pembinaan yang belum tertata dengan baik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi