Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Kepentingan Amerika Serikat dalam Konflik Suriah Tahun 2012-2014


Amerika Serikat merupakan negara adidaya yang memiliki banyak peran dalam setiap konflik, contohnya konflik dalam kawasan Timur Tengah. Kawasan Timur ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210120127327 ROR 79/2016Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 ROR 79/2016
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 ROR 79/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Amerika Serikat merupakan negara adidaya yang memiliki banyak peran dalam setiap konflik, contohnya konflik dalam kawasan Timur Tengah. Kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang konfliktual sampai saat ini, dan tidak terlepas dari wilayah Suriah yang terkena Arab Spring pada tahun 2011 yang dikarenakan kediktatoran presiden Bashar Al-Assad. Melihat kekejaman presiden Bashar Al-Assad di Suriah terhadap warga negaranya, banyak negara yang tidak dapat tinggal diam termasuk juga dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat memasuki konflik Suriah ini dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan atas apa yang dilakukan presiden Bashar Al-Assad di Suriah. Selain itu pula Amerika Serikat memiliki kepentingan-kepentingan lain di dalam Suriah. Amerika Serikat merupakan negara yang tidak menyetujui Bashar Al-Assad menjadi presiden Suriah, hal ini dikarenakan Amerika Serikat tidak dapat menjalankan kepentingannya di Suriah selama rezim presiden Bashar Al-Assad masih berkuasa. Amerika Serikat juga menganggap bahwa presiden Bashar Al-Assad merupakan ancaman terbesarnya di wilayah Timur Tengah. Hal ini dikarenakan presiden Bashar Al-Assad yang tidak menginginkan untuk tunduk dengan negara bagian Barat, khususnya Amerika Serikat. Dalam menjelaskan kepentingan tersebut, penulis akan menggunakan metode kualitatif dimana penulis akan mengumpulkan data dari internet, wawancara, dan juga studi pustaka. Penulis juga akan menggunakan teori realisme ofensif dari John Mearsheimer sebagai teori pertama yang dinilai mampu menjelaskan sikap dari Amerika Serikat, selain itu penulis juga menggunakan pendekatan kepentingan nasional dari K.J Holsti yang dapat menjabarkan kepentingan Amerika Serikat melalui tiga jenis kepentingan nasional, yaitu Core Values, Middle Range Objectives, dan Long Range Goals. Melalui kepentingan ini Amerika Serikat menentukan kebijakan luar negerinya terhadap Suriah. Amerika Serikat mulai membantu para kelompok oposisi yang memiliki tujuan yang sama agar tercapainya kepentingan Amerika Serikat. Amerika Serikat memilih kelompok mana yang akan ia bantu, karena tidak ingin terjadinya salah pemberian bantuan lethal dan non-lethal. Kata Kunci: Kepentingan Nasional, Konflik Suriah, Timur Tengah, Rezim.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi