
Skripsi
Kebijakan Luar Negeri Indonesia Terhadap Draf Resolusi Dewan Keamanan PBB Untuk Myanmar Tahun 2007
Pergolakan yang terjadi di Myanmar membuatnya menjadi sorotan dunia internasional. Perlakuan pemerintah Myanmar terhadap warganya yang membuat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110095 327 VIT 91/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 VIT 91/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 VIT 91/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Vito Demasyanda -
Pergolakan yang terjadi di Myanmar membuatnya menjadi sorotan dunia internasional. Perlakuan pemerintah Myanmar terhadap warganya yang membuat negara-negara di dunia mengecam Myanmar dan mendorong Myanmar untuk menjadi bahasan draf resolusi dalam Dewan Keamanan PBB. Indonesia sebagai anggota sementara DK PBB diminta untuk memberikan keputusannya. Indonesia kemudian memutuskan untuk memilih abstain dalam proses pengambilan suara. Alasan dibalik keputusan tersebut yang kemudian menjadi tujuan peneliti dalam melakukan penelitian ini. Dalam penelitian ini kemudian peniliti ingin menunjukkan alasan-alasan yang menurut peneliti mendasari pengambilan keputusan tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif menurut Cresswell dengan teori kebijakan luar negeri milik Holsti yang terbagi kedalam konteks internal dan eksternal sebagai acuan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa keputusan abstain dilatarbelakangi dari konteks ekternal yaitu struktur dari sistem, karakteristik perekonomian dunia, dan juga kebijakan dan aksi dari negara atau non-negara. Dari konteks internal terdapat sosioekonomi/kebutuhan keamanan, struktur pemerintahan dan konsiderasi etik. Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri, Indonesia, Myanmar, PBB, Holsti, Abstain, Dewan Keamanan -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






