
Skripsi
Motif Bantuan Luar Negeri Tiongkok dalam Kerjasama Proyek Pembangunan Infrastruktur Indonesia Tahun 2015
Bantuan luar negeri Tiongkok memiliki definisi dan mekanisme berbeda dengan bantuan luar negeri pada umumnya. Pada tahun 2015, Tiongkok memberikan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210120065 327 BIN 41/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 BIN 41/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 BIN 41/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Bintang Farianza -
Bantuan luar negeri Tiongkok memiliki definisi dan mekanisme berbeda dengan bantuan luar negeri pada umumnya. Pada tahun 2015, Tiongkok memberikan bantuan luar negerinya melalui proyek pembangunan infrastruktur kepada Indonesia. Adanya pemberian bantuan luar negeri oleh Tiongkok kepada Indonesia ini tidak semata-mata berupa pinjaman dana ataupun investasi, tetapi juga dalam pengerjaan proyek yang ada mulai dari manajemen, peralatan, sampai tenaga kerja untuk pembangunan tersebut dikirimkan langsung dari Tiongkok ke Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perspektif merkantilisme. Hal ini terkait dengan pandangan merkantilis yang melihat adanya dominasi politik pemerintahdalam aktivitas perekonomian negara, termasuk dalam pemberian bantuan luar negeri Tiongkok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dari John W. Creswell dengan strategi studi kasus dan metode validasi data menggunakan triangulasi. Sumber data yang digunakan yaitu melalui hasil dokumentasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu motif bantuan luar negeri Tiongkok dapat dikategorikan dalam motif ekonomi,motif politik, dan motif ideologi. Motif ekonomi berkaitan erat denganupaya Tiongkok dalam meningkatkan kekayaannegaranya yang tengah mengalami kondisi perekonomian yang menurundengan memperluas perekonomian di Indonesia yang memiliki banyak sumber daya alam. Motif politik dilihat dari adanya diplomasi strategis Tiongkok dalam membangun citra negaranya di Indonesia melalui One Belt One Road dan High-Speed Rail Diplomacy. Sementara, motif ideologinya berkaitan erat dengan penyebaran nilai dan budaya Tiongkok di Indonesia melalui prinsip bantuan luar negerinya yaitu prinsip non-intervensi dan prinsip persamaan. Kata Kunci: MotifBantuan Luar Negeri, Kerjasama Bilateral, Proyek Infrastruktur. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






