
Skripsi
Strategi Keamanan Nasional Australia dalam Menghadapi Imigran Ilegal pada Masa Pemerintahan Tony Abbott
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Australia untuk menangani imigran ilegal, khususnya dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210120046 327 LAI 36/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 LAI 36/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 LAI 36/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Lailatunnazhifah -
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Australia untuk menangani imigran ilegal, khususnya dalam fenomena Irregular Maritime Arrivals. Program utama yang diterapkan, yaitu Operation Sovereign Borders, menimbulkan kritik sebab program tersebut berkaitan dengan pencari suaka dan pengungsi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep ancaman dan kerentanan dalam teori keamanan nasional, yang menyatakan bahwa setiap negara akan mendahulukan keamanan nasionalnya karena dalam melakukan aktivitas, terdapat sejumlah ancaman yang sewaktu-waktu dapat mengganggu keamanan nasional. Selain itu, negara juga berpotensi memiliki kerentanan yang turut berpengaruh terhadap bagaimana negara menghadapi ancaman keamanan tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa Australia memiliki sejumlah pertimbangan dalam menetapkan dan menerapkan kebijakan terkait imigran ilegal yang menyangkut situasi keamanan domestik, dinamika situasi internasional, situasi demografi Australia, serta pengaruh sudut pandang Tony Abbott sebagai Perdana Menteri Australia. Kata Kunci : Irregular Maritime Arrivals, Migran Ilegal, Manusia Perahu, Operation Sovereign Borders, Offshore Resettlement
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






