
Skripsi
Kebijakan Luar Negeri Norwegia ke Indonesia Terkait Letter of Intent Indonesia-Norway Reducing Emissions from Deforestation and Degradation Plus (REDD+
Kebijakan Luar Negeri Norwegia ke Indonesia terkait Letter of Intent Indonesia-Norway Reducing Emissions from Deforestation and Degradation Plus ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110010 327 SUS 42/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 SUS 42/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 SUS 42/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Susi Yumna Destiani -
Kebijakan Luar Negeri Norwegia ke Indonesia terkait Letter of Intent Indonesia-Norway Reducing Emissions from Deforestation and Degradation Plus (REDD+). Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, 12 Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kontekskonteks internal dan eksternal sebagai sumber perumusan kebijakan luar negeri Norwegia ke Indonesia dalam pelaksanaan REDD+. Ancaman perubahan iklim akibat deforestasi dan degradasi hutan memberikan tekanan bagi Norwegia untuk meresponnya agar bisa mengeluarkan kebijakan luar negeri dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerangka pemikiran K.J. Holsti mengenai konteks-konteks internal dan eksternal sebagai sumber-sumber perumusan kebijakan luar negeri suatu negara. Selain itu, peneliti juga menggunakan teori rezim internasional yang mendukung perumusan kebijakan luar negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa konteks internal dan eksternal sebagai sumber perumusan kebijakan luar negeri Norwegia ke Indonesia terkait REDD+. Konteks internal sebagai sumber perumusan terdiri dari atribut nasional, struktur pemerintahan, kelompok kepentingan dan partai politik, Adapun konteks eksternal terdiri dari empat sumber, yaitu karakteristik/struktur ekonomi dunia, aksi dan kebijakan dari aktor-aktor lain, permasalahan global dan regional, serta hukum internasional dan opini dunia. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






