
Skripsi
Interaksi Antara Mesir dan Ethiopia dalam Pemanfaatan Sumber Daya Air di Sungai Nil Terkait Kasus Pembangunan The Grand Ethiopian Renainssance DAM
Hubungan asimetris power antara negara riparian di Nile Basin dalam pemanfaatan sumber daya air di sungai Nil telah terjadi sejak zaman kolonialisme. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110015 327 ANG 45/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 ANG 45/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 ANG 45/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Anggun Lazuardi -
Hubungan asimetris power antara negara riparian di Nile Basin dalam pemanfaatan sumber daya air di sungai Nil telah terjadi sejak zaman kolonialisme. Mesir memiliki kekuasaan akan hak dominan atas pemanfaatan air didasarkan pada kepemilikan power yang besar serta dukungan perjanjian kolonialisme dan perjanjian bilateral bersama Sudan. Mesir sebagai riparian hilir memiliki hak kontrol segala sesuatu yang berkaitan dengan Nil sehingga menjadi prioritas kepentingan nasional dan kebijakan luar negerinya. Namun, adanya kebutuhan akan air yang selalu meningkat membuat Ethiopia memutuskan untuk membangun sebuah bendungan yang dinamakan The Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) sehingga menimbulkan protes dan ancaman dari Mesir yang akan memperburuk hubungan kedua negara tersebut. Atas pembangunan GERD, menimbulkan respon antara kedua belah pihak. Peneliti berusaha untuk menjelaskan dan menggambarkan bagaimana interaksi dalam pemanfaatan sumber daya air di Sungai Nil antara Mesir dan Ethiopia terkait pembangunan GERD tersebut pada awal tahun 2011 melalui pemilihan strategi dan taktik yang dilakukan masing-masing negara di dalam mempertahankan kepentingannya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif prediktif untuk memberikan kajian analitis tentang bagaimana hubungan interaksi kedua negara dalam pemanfaatan sumber daya air atas pembangunan GERD. Peneliti menggunakan kerangka Hydro-hegemony dalam melihat interaksi tersebut melalui analisis dimensi power masing-masing negara yaitu geography power, material power, bargaining power, dan ideational power. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui kerangka hydro-hegemoni berdasarkan perubahan power antara kedua negara dan terjadinya pergeseran interaksi dari consolidated control menjadi ke arah shared control menunjukkan GERD sebagai pembentukan pembangunan kerjasama masa depan dengan menawarkan manfaat ekonomi yang besar serta adanya proses dialog lebih lanjut antar kedua negara melalui negosiasi, kompromi, dan pertukaran pengetahuan bersama. Kata Kunci : Nile Basin, The Grand Ethiopian Renainssance Dam, Hydrohegemony -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






