Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Implementasi Program Kampung Berkebun (URBAN FARMING) di Kota Bandung (studi Perbandingan Kelurahan Cihapit dan Kelurahan Pajajaran)


Dalam menyelesaikan salah satu masalah pangan, pemerintah Kota Bandung meluncurkan program urban farming atau kampung berkebun untuk menyelesaikan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110120086351 LUS 65/2016Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 LUS 65/2016
    Penerbit FISIP Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 LUS 65/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam menyelesaikan salah satu masalah pangan, pemerintah Kota Bandung meluncurkan program urban farming atau kampung berkebun untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam implementasinya program kampung berkebun ini dilaksanakan oleh Dispertapa (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) Kota Bandung, Kelurahan seluruh Kota Bandung serta masyarakat penerima program. Implementasi program kampung berkebun ini terdapat beberapa target yang harus dicapai adalah tercapainya nilai edukasi, nilai ekonomis, nilai ekologi dan nilai sosiologi akan tetapi tidak semua yang melaksanakan program mencapai target tersebut salah satunya penerima di Kelurahan Cihapit. Dengan menggunakan metode komparatif deskriptif dan pendekatan kualitatif penulis membandingkan implementasi program kampung berkebun di Kelurahan Cihapit dan Kelurahan Pajajaran. Menggunakan teori dari korten (1980) peneliti akan menganalisis implementasi program kampung berkebun di Kelurahan Cihapit dan Pajajaran Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi program kampung berkebun ini belum berjalan dengan optimal di Kelurahan Cihapit yang berbanding terbalik dengan Kelurahan Pajajaran. Dari pengembangan aspek teori dari Korten, Kelurahan Cihapit belum bisa memenuhi faktor kesesuaian yang dimaksud serta adanya faktor kurangnya kepemimpinan ketua rukun warga dan inisiatif pihak Kelurahan yang mana menjadi faktor tambahan ketidakberhasilan implementasi program kampung berkebun di Kelurahan Cihapit bila dibandingkan dengan Kelurahan Pajajaran yang memenuhi aspek teori dari Korten dan adanya Kepemimpinan dari ketua rukun warganya. Saran dari penulis untuk implementasi program kampung berkebun ini adalah pendekatan yang lebih aktif dari pemerintah daerah setempat kepada masyarakat, baik dari Dinas atau Kelurahan, serta komunikasi yang jelas antara para pelaksana program. Kata kunci: Implementasi, Program Kampung Berkebun, perbandingan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi