Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Kerjasama antara Indonesia dan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) terkait Pertumbuhan Inklusif pada Tahun 2012 - 2016


Penelitian ini mendeskripsikan mengenai kerjasama terkait pertumbuhan inklusif antara Indonesia dengan OECD pada tahun 2012-2016, tujuan dari ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210130015327 CHA 97/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 CHA 97/2017
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 122 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mendeskripsikan mengenai kerjasama terkait pertumbuhan inklusif antara Indonesia dengan OECD pada tahun 2012-2016, tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mengurangi tingkat ketimpangan di Indonesia dengan melakukan transfer of knowledge untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas regulasinya demi mempermudah persaingan, inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan tujuan-tujuan sosial lainnya. Penelitian ini menggunakan teori kerjasama internasional dan konsep pertumbuhan inklusif. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data dan gambaran mendalam mengenai fenomena yang diteliti, yang didapatkan melalui metode wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kerjasama antara Indonesia dan OECD dilakukan untuk membenahi kerangka kebijakan di Indonesia terutama dalam hal ketimpangan. Kerjasama ini dibuktikan dengan penandatangan Framework of Cooperation Agreement tahun 2012 oleh Kementerian Keuangan dan Sekretariat Jenderal OECD dan landasan hukum yang mengatur. Kerjasama ini mengacu pada Survei Ekonomi OECD dan berfokus ke dalam beberapa sektor prioritas yakni sektor Keuangan, sektor Perpajakan, sektor Tenaga Kerja, dan sektor Persaingan Usaha sebagaimana juga relevan dengan konsep pertumbuhan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan inklusif akan bisa terwujud bila setiap sektor di atas mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan dikuatkannya keberpihakan aturan kepada mereka dan kebijakan yang mampu untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam meningkatkan pertumbuhan secara menyeluruh.

    Kata kunci : Indonesia, Kerjasama Internasional, OECD, Pertumbuhan Inklusif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi