Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Implementasi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut pada Tahun 2013


Penelitian ini mendeskripsikan tentang implementasi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110110034351 DIN 42/2016Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 DIN 42/2016
    Penerbit FISIP Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 DIN 42/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mendeskripsikan tentang implementasi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Sehubungan dengan pencapaian Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang hanya mencapai 7,57 tahun pada tahun 2013. Pada hakekatnya, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, yang akan menjadi patokan untuk Indek Pendidikan. Kondisi tersebut yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian, selanjutnya menganalisis didasarkan pada teori Erwan Agus Purwanto yang mengungkapkan adanya faktor-faktor penentu keberhasilan atau kegagalan implementasi program, teridiri atas kualitas kebijakan, input kebijakan, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, dan kondisi geografis, sosial dan ekonomi. Dalam mendukung penelitian maka digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman makna dari kompleksitas pada kondisi empiris. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara mendalam. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah dua puluh informan. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan model Milles and Huberman melalui data reduksi, penyajian dan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang diperoleh penliti menggunakan triangulasi sumber. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwasanya faktor yang menentukan implementasi program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Pada Tahun 2013 yakni a)input kebijakan, b)instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan kebijakan, dan c)kondisi geografis, sosial dan ekonomi. Temuan dalam proses penelitian ini yakni faktor budaya patrinialisme menjadi salah satu faktor yang turut menentukan, memperkecil peluang pengarustamaan gender pada anak usia wajib belajar di Kabupaten Garut. Kata kunci : Implementasi, Wajib Belajar, RLS, Putus Sekolah, Faktor Penentu Kab. Garut
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi