Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Koordinasi antara Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) dalam Penertiban Minimarket di Kabupaten Serang


Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Koordinasi antara Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) dengan Satuan Polisi Pamong ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110100028351 AME 156/2014Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Weeding
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 AME 156/2014
    Penerbit FISIP Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 84 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Koordinasi antara Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) dalam Penertiban Minimarket di Kabupaten Serang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap menjamurnya minimarketminimarket di Kabupaten Serang. Menjamurnya minimarket ini ternyata diiringi oleh berdrinya minimarket yang tidak memiliki surat ijin usaha. Setelah di telusuri lebih jauh, penyebab menjamurnya minimarket yang melanggar ini salah satunya berasal dari kurang berjalannya koordinasi antar instansi terkait dalam penertiban minimarket yang melanggar di Kabupaten Serang. Untuk menulusuri persoalan di atas, penelitian ini menggunakan teori koordinasi McFarland yang memiliki tiga kegiatan utama koordinasi yang efektif yaitu Keeping authority and responsibilities clearly defined, Checking, Observing, and appraising the nature and extent of conflicting elements, Facillitating Effective Communication. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumen). Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa koordinasi dalam penertiban minimarket di Kabupaten Serang masih belum berjalan efektif dikarenakan masih ditemukannya masalah dalam koordinasi itu sendiri. belum ada rincian tugas, kewajiban dan wewenang yag lebih rinci terhadap seluruh anggota agar kegiatan yang di lakukan oleh setiap anggota lebih jelas dan bergerak selayaknya tim koordinasi Tidak terjadwalnya rapat berkala, peran koordinator yang bersifat pasif mengakibatkan komunikasi yang berjalan terlihat kaku serta belum tegasnya dalam penegakan sanksi terhadap pelanggaran yang menjadi celah sehingga belum berjalannya koordinasi yang efektif .

    Kata kunci : koordinasi, penertiban minimarket, Kabupaten Serang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi