
Skripsi
Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Transjakarta Koridor 1 Jakarta Kota-Blok M pada PT Transportasi Jakarta
Skripsi ini merupakan hasil penelitian penulis mengenai Kualitas pelayanan angkutan umum Transjakarta koridor 1 Jakarta Kota-Blok M pada PT ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110110100 351 LUT 9/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 LUT 9/2016Penerbit FISIP Unpad : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 LUT 9/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Luthfi Arief Santoso -
Skripsi ini merupakan hasil penelitian penulis mengenai Kualitas pelayanan angkutan umum Transjakarta koridor 1 Jakarta Kota-Blok M pada PT Transportasi Jakarta. Kebutuhan masyarakat akan angkutan umum yang cepat, aman dan nyaman sangat di harapkan di Ibukota Jakarta yang terkenal dengan lalu lintasnya yang padat. Kepadatan tersebut membuat masyarakat menuntut pemerintah agar bisa menciptakan kendaraan umum seperti Transjakarta untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari, sehingga masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi menggunakan kendaraan umum. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori yang terdiri atas lima dimensi yang di kemukakan dalam Zeithaml, Parasuraman dan L. Berry bisa dijadikan acuan untuk menciptakan kualitas pelayanan yang baik yaitu Bukti Fisik (Tangibles), Kehandalan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara, dokumentasi dan angket). Adapun penentuan responden menggunakan teknik pepulasi sampling dan teknik sampling aksidental. Teknik pengolahan data menggunakan skala likert dan analisis data menggunakan metode servqual. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini adalah masih terdapatnya gap-gap yang terdapat dalam kualitas pelayanan Transjakarta di koridor 1 antara harapan pelayanan dengan kenyataan pelayanan di lapangan. Dari kelima indikator didapatkan hasil gap terbesar sampai yang terkecil yaitu tanggap (-1.64), kehandalan (-1.48), empati (-1.46), jaminan (-1.19) dan bukti fisik (-1.18). Dari kelima indikator tersebut diketahui bahwa harapan pelayanan yang di berikan belum semuanya sesuai dengan kenyataan pelayanan yang di berikan. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa teori kualitas pelayanan yang dikemukakan Zeithaml, Parasuraman dan L. Berry belum semua berjalan secara optimal, sehingga pelayanan masih belum sesuai dengan harapan masyarakat dalam penyelenggaraan sehari-hari Kata kunci : Kualitas pelayanan, Angkutan Umum, Transjakarta, Transjakarta koridor 1. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






