
Skripsi
Sekuritisasi Industri Narkoba Ilegal di Asia Tenggara oleh ASEAN Ministerial Meeting on Drug Matters
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masalah industri narkoba ilegal di Asia Tenggara di sekuritisasi oleh ASEAN Ministerial Meeting ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210130001 327 LEN 84/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 LEN 84/2017Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xx, 105 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Leni Lutfiani Hayati -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masalah industri narkoba ilegal di Asia Tenggara di sekuritisasi oleh ASEAN Ministerial Meeting on Drug Matters. Penelitian ini menggunakan teori sekuritisasi dari Barry Buzan yang terfokus kepada tiga aspek penting sekuritisasi, yaitu securitizing actor yaitu AMMD, speech act melalui pernyataan yang disampaikan dalam pernyataan AMMD dan functional actor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi masalah narkoba ini lama menjadi fokus utama bagi ASEAN. Salah satu upaya adalah dengan membentuk ASEAN Senior Official on Drug Matters yang kemudian menjadi pusat dalam sekuritisasi industri narkoba. Namun terdapat kesadaran bahwa masalah narkoba ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius sehingga sekuritisasi ditingkatkan kepada tingkat minister dengan dibentuknya ASEAN Ministerial Meeting on Drug Matters yang juga menandai lebih seriusnya ASEAN dalam mengupayakan visi besar Drug Free ASEAN.
Kata Kunci : Asia Tenggara, ASEAN, Industri Narkoba Ilegal, ASEAN Ministerial Meeting on Drug Matters.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






