
Skripsi
Konflik Antara Pedagang Kaki Lima dengan Preman di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor
Penelitian ini berjudul konflik antara pedagang kaki lima dengan preman di Desa Hegarmanah Kecamatan Jantinangor. Diangkat berdasarkan fenomena ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170710130034 301 LIN 27/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 LIN 27/2017Penerbit : Sosiologi., 2017 Deskripsi Fisik xii, 56 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Lina Harliana -
Penelitian ini berjudul konflik antara pedagang kaki lima dengan preman di Desa Hegarmanah Kecamatan Jantinangor. Diangkat berdasarkan fenomena konflik antara pedagang yang berada di pinggir jalan Desa Hegarmanah yang merasa resah karena di peras untuk uang keamanan pedagang yang berjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik yang terjadi antara preman dengan pedagang di pinggir jalan Desa Hegarmanah. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan pendekatan ini akan di dapat gambaran bagaimana konflik antara pedagang kaki lima dengan preman di Desa Hegarmanah melalui teori segitiga konflik Johan Galtung yaitu Sikap, Perilaku dan Kontradiksi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi dan analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap yang terbangun oleh PKL dengan Preman di Desa Hegarmanah adalah tidak suka dengan keberadaan preman, acuh dan merasa kasihan, perilaku yang ditimbulkan dari sikap tersebut adalah interaksi yang terbangun jarang, serta perlawanan yang dilakukan PKL kepada preman. Kontradiksi yang terjadi antara keduanya yaitu pengrusakan roda PKL, yang pertikaian melibatkan benturan fisik.
Kata kunci : Konflik, Sikap, Perilaku, Kontradiksi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






