
Skripsi
Pengendalian Bangunan Rumah Tinggal dan Tempat Usaha di Kecamatan Bogor Barat
Penelitian ini berjudul “Pengendalian Bangunan Rumah Tinggal dan Tempat Usaha di Kecamatan Bogor Barat”. Penelitian ini dilatarbelakangi dari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110130027 351 ELV 43/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 ELV 43/2017Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xv, 106 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 ELV 43/2017Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Elvin Hoerunnisa -
Penelitian ini berjudul “Pengendalian Bangunan Rumah Tinggal dan Tempat Usaha di Kecamatan Bogor Barat”. Penelitian ini dilatarbelakangi dari banyaknya bangunan yang berdiri sebelum memiliki IMB di Kecamatan Bogor Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab belum optimalnya pengendalian bangunan rumah tinggal dan tempat usaha di Kecamatan Bogor Barat dalam mengatasi permasalahan banyaknya bangunan yang berdiri sebelum memiliki IMB yang sampai saat ini belum terselesaikan. Penulis melakukan analisis menggunakan teori pengendalian dari Ricky W. Griffin, yang mengemukakan terdapat empat langkah pengendalian yaitu menetapkan standar, mengukur kinerja, membandingkan kinerja dengan standar, dan menentukan kebutuhan akan tindakan korektif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian bangunan rumah tinggal dan tempat usaha di Kecamatan Bogor Barat oleh Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman Kota Bogor belum optimal karena masih banyak ditemuinya pelanggaran bangunan di Kecamatan Bogor Barat. Hal ini tentunya akan berdampak pada kinerja WASDAL, walau sudah dilakukan pemantauan setiap hari nya tetapi jumlah pelanggaran bangunan masih terus bertambah. Selain itu sanksi yang diberikan oleh WASDAL belum tegas, sehingga tidak menimbulkan efek jera kepada para pelanggar. Tindakan perbaikan sudah banyak dilakukan oleh WASDAL, salah satunya dengan meluncurkan applikasi SIMTARU untuk mempermudah proses pengawasan. Adapun saran yang diberikan penulis adalah dengan membentuk Tim Penertiban Bangunan agar mempermudah proses pengawasan dan pengendalian bangunan di Kecamatan Bogor Barat.
Kata kunci : Pengendalian, Bangunan, RTRW Kota Bogor, IMB.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






