
Skripsi
Ampiang Dadiah sebagai Makanan Khas Minangkabau : studi kasus di Kota Bukittinggi
Ampiang Dadiah merupakan salah satu penanda identitas dari budaya Minangkabau, khususnya bagi masyarakat Bukittinggi secara umum. Keberadaan Ampiang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510130060 641.59598 ANT 42/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 641.59598 ANT 42/2017Penerbit : ., 2017 Deskripsi Fisik xvi, 113 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 641.59598Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nicky Ichsan Pratama -
Ampiang Dadiah merupakan salah satu penanda identitas dari budaya Minangkabau, khususnya bagi masyarakat Bukittinggi secara umum. Keberadaan Ampiang Dadiah saat ini sudah mulai sulit ditemukan sehari-hari kecuali di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana terbentuknya identitas yang masih dipertahankan dalam aktivitas mengkonsumsi Ampiang Dadiah. Dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat etnografi serta teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, penulis dapat menjelaskan proses pembentukan identitas budaya Minangkabau dari para pengkonsumsinya serta proses mengkonsumsinya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ampiang Dadiah adalah makanan rakyat yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Makanan rakyat dalam artian Ampiang Dadiah dapat dikonsumsi bersama-sama oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun tanpa terkait batasan konteks sosial seperti kelas sosial dan gender yang pada akhirnya menjadi salah satu penanda identitas dari kebudayaan Minangkabau.
Kata kunci : Minangkabau, Bukittinggi, Ampiang Dadiah, makanan tradisional.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






