
Skripsi
Kualitas Pelayanan Peralihan Hak Atas Tanah berdasarkan Jual Beli pada Kantor Pertanahan Kota Bandung
Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai kualitas pelayanan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli di Kantor Pertanahan Kota Bandung. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110100001 351 ARD 72/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 ARD 72/2017Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xiv, 104 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 ARD 72/2017Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Arda Qahardian -
Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai kualitas pelayanan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli di Kantor Pertanahan Kota Bandung. Adapun latar belakang penelitian ini adalah peneliti menemukan adanya indikasi masalah bahwa pelayanan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli masih belum memuaskan. Peneliti menduga hal tersebut terjadi karena masih belum optimalnya kualitas pelayanan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli di Kantor Pertanahan Kota Bandung. Untuk menganalisis permasalahan di atas, peneliti menggunakan teori dari Carlson dan Schwartz yang mengemukakan delapan aspek kualitas pelayanan yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, yaitu Convenience, Security, Reliability, Personal Attention, Problem-Solving Approach, Fairness, Fiscal Responsibility, Citizen Influence. Metode penelitian deskriptif analisis melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi dan wawancara kepada informan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan cara triangulasi dengan sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam kualitas pelayanan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli di Kantor Pertanahan Kota Bandung, secara umum belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik dan memuaskan. Hal ini terjadi karena prosedur yang ada masih sulit dijalankan, keterlambatan peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli, informasi yang diberikan sulit dipahami, pertanggungjawaban keuangan masih belum optimal, dan belum dimaksimalkannya rekap pengaduan pelayanan. Dan peneliti memberikan saran terkait dengan belum tertatanya lahan parkir, ketersediaan sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas, mengadakan pelatihan, pengoptimalan sarana internet, dan rekap keluhan untuk evaluasi pelayanan yang lebih baik.
Kata kunci : kualitas pelayanan, peralihan hak atas tanah, Kantor Pertanahan Kota Bandung.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






