Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia Perempuan di India (Dowry Death) berdasarkan Convention to Eliminate All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) : perspektif feminisme liberal


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan isu pelanggaran hak asasi manusia terhadap perempuan secara global. Hal tersebut ditandai dengan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210110074327 NID 73/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 NID 73/2017
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi, 105 hlm.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 NID 73/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan isu pelanggaran hak asasi manusia terhadap perempuan secara global. Hal tersebut ditandai dengan lahirnya CEDAW, salah satu konvensi internasional hak asasi manusia yang membahas secara spesifik penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dalam kehidupan sosial. Salah satu negara yang ikut meratifikasi CEDAW adalah India pada tahun 1993. Namun demikian, pada penerapannya di India masih banyak ditemukan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. Salah satu bentuk pelanggaran tersebut adalah diskriminasi terhadap perempuan yaitu Dowry Death. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pelanggaran terhadap hak asasi manusia perempuan di India berdasarkan CEDAW. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan feminisme liberal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelanggaran terhadap hak asasi manusia perempuan di India berdasarkan CEDAW terjadi karena terdapat fragmentasi hak asasi manusia, terdapat hierarki dalam implementasi hak asasi manusia, terdapat perbedaan perspektif antara aktor negara dan aktor non-negara terkait dengan diskriminasi wanita.

    Kata kunci : Hak Asasi Manusia Perempuan, Feminisme Gelombang Kedua, Kontroversi, CEDAW, Dowry Death di India.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi