Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

KOORDINASI DALAM PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI BATU ALAM DI KABUPATEN CIREBON


Penelitian ini dilatarbelakangi dari banyaknya pengusaha industri batu alam yang tidak memiliki izin dan instalansi pengolahan air limbah, sehingga ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110130011351 DIN 18/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 DIN 18/2017
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 115 hlm.; 29.7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 DIN 18/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini dilatarbelakangi dari banyaknya pengusaha industri batu alam yang tidak memiliki izin dan instalansi pengolahan air limbah, sehingga beroperasi disempadan jalan dan sungai. Selain itu limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi batu alam ini langsung dibuang ke sungai tanpa diendapkan terlebih dahulu hal ini mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan yang menimbulkan kerugian di bidang pertanian, perikanan, dan kualitas air menjadi keruh, ini merupakan permasalahan kompleks yang penanganannya melibatkan banyak pihak untuk berkoordinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan Koordinasi Dalam Penanganan Limbah Industri Batu Alam Di Kabupaten Cirebon. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Daan Sugandha yaitu untuk mencapai koordinasi yang baik diperlukan tujuh prinsip meliputi adanya kesepakatan pengertian mengenai sasaran, kesatuan tindakan dan jadwal pelaksanaan kegiatan, ketaatan dan loyalitas, pertukaran informasi antar pihak, keberadaan koordinator, aliran informasi pada koordinator, serta sikap saling menghormati. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan dokumen. Koordinasi dalam penanganan limbah industri batu alam di Kabupaten
    Cirebon berkaitan dengan tujuh prinsip koordinasi, namun belum optimal karena dari ketujuh prinsip tersebut hanya tiga prinsip yang sudah diterapkan selebihnya masih belum diterapkan sebagaimana mestinya. Komunikasi ini hanya sebatas pada saat pelaksanaan rapat koordinasi sedangkan untuk pelaksanaan rapat ini tidak terjadwal secara berkala sehingga komunikasi ini hanya ada untuk formalitas saja, tidak memiliki target yang jelas terkait pelaksanaan tugas, masih kurangnya peran koordinator dalam menggerakan, tidak adanya informasi yang mengalir dari pihak-pihak yang berkoordinasi kepada koordinator. Sebaiknya pihak-pihak yang berkoordinasi lebih meningkatkan komunikasi, serta perlu adanya aturan yang jelas mengenai target yang dibuat koordinator agar pelaksanaan relokasi dapat terlaksana dengan baik.

    Kata Kunci: Koordinasi, Limbah industri batu alam, Pencemaran Lingkungan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi