
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN DI KAWASAN TERMINAL KOTA DEPOK (STUDI KASUS LSM SEKOLAH MASTER)
Penelitian dengan judul Pemberdayaan Anak Jalanan Di Kawasan
Terminal Kota Depok (Studi Kasus LSM Sekolah MASTER) ini membahas
tentang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170710120035 301 RAD 1/2017 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 RAD 1/2017Penerbit Sosiologi : ., 2017 Deskripsi Fisik xv, 80 hlm,; 29,7 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab RADEN ROMARIO KUSUMAYUDA -
Penelitian dengan judul Pemberdayaan Anak Jalanan Di Kawasan
Terminal Kota Depok (Studi Kasus LSM Sekolah MASTER) ini membahas
tentang bagaimana fungsi LSM Sekolah Master dalam memberdayakan anak
jalanan di kawasan Terminal Kota Depok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
bagaimana fungsi manifes dan fungsi laten LSM Sekolah Master (Masjid
Terminal) dalam memberdayakan anak jalanan di kawasan Terminal Kota Depok.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, penentuan informan menggunakan
teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara,
observasi, serta dokumentasi dan analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa LSM Sekolah Master (Masjid Terminal) memiliki
fungsi utama atau fungsi manifes yaitu memberdayakan anak jalanan di kawasan
Terminal Depok dengan memberikan pendidikan formal dan non-formal secara
gratis bagi kaum marjinal khususnya anak jalanan. Pemberdayaan yang dilakukan
melalui berbagai tahapan dalam pemberdayaan. LSM Sekolah Master juga
memiliki fungsi laten sebagai tempat perlindungan (fungsi proteksi), fungsi
sosialisasi dalam hal nilai-nilai dan norma sosial, dan fungsi pengawasan sosial
terhadap anak jalanan yang memiliki hubungan yang tidak teratur dengan orang
tuanya.
Kata Kunci: LSM, Anak Jalanan, Fungsi Manifes, Fungsi Laten -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






