Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Implementasi Otonomi Daerah Bidang Pariwisata di Kota Bandung Tahun 2016 : studi pada pengembangan kampung wisata kreatif di Kota Bandung


Pengembangan Kampung Wisata Kreatif di Kota Bandung sebagai sebuah destinasi wisata baru, ditujukan untuk meningkatkan potensi kepariwisataan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170410120098320 MUH 13/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 MUH 13/2017
    Penerbit FISIP Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    xix, 172 hlm.; 29.7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengembangan Kampung Wisata Kreatif di Kota Bandung sebagai sebuah destinasi wisata baru, ditujukan untuk meningkatkan potensi kepariwisataan
    Daerah. Namun dalam perkembangannya, pengembangan Kampung Wisata Kreatif belum bisa menunjukan kontribusinya bagi perkembangan kepariwisataan daerah di Kota Bandung. Penelitian ini dilaksanakan dengan meneliti stakeholder pemerintahan terkait (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan DPRD Kota Bandung) dan tiga Kampung Wisata Kreatif yang berbeda di Kota Bandung yaitu Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, Kampung Wisata Kreatif Blekok dan Kampung Wisata Kreatif Peuyem. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Sumber data
    diperoleh melalui studi pustaka dan studi lapangan berupa wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan tehnik purposive sampling.
    Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pengembangan Kampung Wisata Kreatif dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Faktor pendukung diantaranya potensi kreativitas wilayah dan respon positif dari masyarakatnya. Sementara itu
    faktor penghambatnya antara lain minimnya apresiasi dari pemerintah daerah, minimnya dukungan dari stakeholder terkait, keterbatasan dana, dan ketidaksiapan infrastruktur. Dengan demikian, kesimpulan yang didapat dari penelitian ini ialah pengembangan Kampung Wisata Kreatif terkesan tidak serius dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Bandung, karena Pemerintah Daerah Kota Bandung masih belum bisa menyediakan sistem yang mendukung perkembangan Kampung Wisata Kreatif ini.

    Kata Kunci: Otonomi Daerah, Pariwisata.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi