Skripsi
Perubahan Kesadaran Kolektif Masyarakat Pasca Adanya Bank Sampah Malaka Sari RW 03 Kelurahan Malakasari Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur
Penelitian ini membahas tentang bank sampah Malaka Sari RW 03 sebagai
pembentuk perubahan kesadaran kolektif masyarakat mengenai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170710120001 301 EKA 27/2016 Perpustakaan Fisip Unpad (7) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 EKA 27/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 EKA 27/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab EKA NURHIDAYAH ( 170710120001 ) -
Penelitian ini membahas tentang bank sampah Malaka Sari RW 03 sebagai
pembentuk perubahan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pengelolaan
sampah yang berada di Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta
Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pembentukan
kesadaran kolektif masyarakat pasca adanya bank sampah serta mengetahui faktor
pendorong dan penghambat proses perubahan kesadaran. Landasan teoritis dalam
penelitian ini adalah teori kesadaran kolektif Emile Durkheim. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat
deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara terbuka, observasi partisipasi,
dokumentasi serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kesadaran kolektif tentang
pengelolaan sampah oleh bank sampah dilakukan melalui pembentukan kesadaran
individu yang saling berinteraksi. Kesadaran individu yang pertama berasal dari
gagasan dalam individu melalui pemberian pengetahuan dan pengalaman tentang
pengelolaan sampah dengan cara memberikan sosialisasi dan percontohan kepada
masyarakat. Sedangkan yang kedua berasal dari aturan moral seperti adanya
penanaman nilai-nilai kebersihan dari keluarga dan lingkungan, pendampingan
secara continue agar pengelolaan sampah bisa menjadi kebiasaan di masyarakat
serta adanya konsensus (kesepakatan) tentang kegiatan pengelolaan bank sampah
agar berjalan tertib dan selaras. Adanya sanksi berupa teguran yang diberikan
kepada masyarakat jika membuang sampah sembarangan. Indikator inilah yang
membentuk kesadaran dalam diri individu. Interaksi antara nasabah dengan
nasabah lain yang memiliki kesadaran bersama terhadap pentingnya pengelolaan
sampah disebut kesadaran kolektif.
Kata Kunci: Bank Sampah, Proses Perubahan, Kesadaran Kolektif
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






