Detail Cantuman

Image of Implementasi Perda No1 tahun 2007 Tentang Prosedur Perencanaan Dan Penganggaran  Daerah pada Program Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) oleh Bappeda Kabupaten Sumedang

Skripsi  

Implementasi Perda No1 tahun 2007 Tentang Prosedur Perencanaan Dan Penganggaran Daerah pada Program Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) oleh Bappeda Kabupaten Sumedang


Dalam setiap kegiatan pembangunan pada sektor apapun dengan kebijakan
yang mendasarinya, pemerintah harus memegang peranan yang penting ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170410110005320 REZ 17/2015Perpustakaan Fisip Unpad (4)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 REZ 17/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 REZ 17/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam setiap kegiatan pembangunan pada sektor apapun dengan kebijakan
    yang mendasarinya, pemerintah harus memegang peranan yang penting dalam
    kendali penentuan kebijakan yang mensejahterakan masyarakatnya. Dalam hal ini
    tentu ada banyak hal baik kebijakan di bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur,
    maupun program yang bersifat untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Fokus
    pada kewajiban pemerintah yang akan saya soroti adalah dalam proses perumusan
    perencanaan pembangunan yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pelayanan
    publik kepada masyarakat. Meskipun untuk mewujudkan tujuan secara efektif
    dan efisien seringkali pemerintah masih dihadapkan pada banyak persolan,
    seperti: keterbatasan akses informasi, keadaan keuangan yang tidak sesuai
    dengan usulan masyarakat yang menyebabkan kebijakan yang dikeluarkan
    menimbulkan ekses distorsi, serta masih maraknya Kolusi, Korupsi, dan
    Nepotisme (KKN). Pelaksanaan prinsip Good Governance and Clean
    Government dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik melalui
    penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih perlu didukung dengan
    pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
    Program Pagu Indikatif Kewilayahan merupakan terobosan untuk mengatasi
    problem rendahnya tingkat serapan usulan musrenbang dari APBD agar
    masyarakat lebih termotivasi untuk mengikuti musrenbang. Karena selama ini
    partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam musrenbang masih kurang dan
    salah satu penyebabnya adalah usulan prioritas yang disampaikan hanya dijadikan
    ix
    sebagai shoping list dan tidak ada jaminan kepastian berapa usulan masyarakat
    yang akan diakomodir dalam anggaran belanja (APBD). Pagu Indikatif
    Kewilayahan merupakan instrumen untuk mengatur besaran alokasi atau besaran
    pagu untuk masyarakat di wilayah kecamatan melalui mekanisme partisipasi
    musrenbang dan perhitungan matematis berdasarkan indikator capaian, sehingga
    adanya jaminan kepastian usulan musrenbang diakomodir dalam APBD
    Kata Kunci : Kebijakan, Pembangunan, Pagu Indikatif Kewilayahan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi