Peran Defisiensi Vitamin D dan Polimorfisme folk, BsmI, Apal Serta Taql Gen Reseptor Vitamin D Terhadap Tuberkulosis pada Anak
ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit peringkat kedua yang menyebabkan kematian karena infeksi setelah HIV/AIDS. Indonesia merupakan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0100109010057 610 Set p/R.13.66 Perpustakaan Pusat (REF.13.66) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 614.542 Set p/13.66Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung., 2009 Deskripsi Fisik xxvi,;193 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 614.542Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Budi Setiabudiawan -
ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit peringkat kedua yang menyebabkan kematian karena infeksi setelah HIV/AIDS. Indonesia merupakan negara ketiga di dunia dalam urutan jumlab penderita TB setelah India dan Cina. Faktor kuman saja tidak dapat menjadi faktor tunggal dalam kejadian TB, tetapi hams disertai dengan faktor lain. Defisiensi vitamin D dan polimorfisme Fokl, Bsmi, Apal, dan Taqi gen reseptor vitamin D (RVD) berperan penting dalam hubungannya dengan kerentanan terhadap TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran defisiensi vitamin D dan polimorfisme Fold, Bsml, Apal, serta Taql gen RVD terhadap TB anak.
Penelitian ini merupakan analisis observasional dengan rancangan kasus kontrol. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dan RSU Cibabat Cimahi sejak Mei 2008 hingga Maret 2009. Kelompok kasus sebanyak 42 anak yang menderita TB dan memenuhi kriteria penelitian, diambil secara consecutive sampling, sedangkan kelompok kontrol sebanyak 42 anak yang tidak menderita TB. Dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar vitamin D [25-(OH)D dan 1,25-(OH)2D] serum, serta polimorfisme Fokl, Bsmi, Apal, dan Taql gen RVD. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-kuadrat, uji Mann-Whitney, uji t, uji kecocokan Model Hardy-Weinberg, menghitung odds rasio (OR) dan 95% CI, serta analisis regresi logistik ganda.
Pada penelitian ini didapatkan angka kejadian defisiensi kadar 1,25(OH)2D serum pada kelompok kasus TB sebesar 28,6%, sedangkan kontrol hanya 9,5%, hasil uji Chi-kuadrat diperoleh nilai p = 0,026 dengan besarnya OR (95% CI): 3,80 (1,11-12,98). Kejadian polimorfisme Fold gen RVD pada kelompok kasus TB sebesar 66,7% dan kontrol sebesar 40,5% yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p = 0,016) dengan besarnya OR (95% CI): 2,94 (1,21-7,16), sedangkan ApaI, Bsml dan Taql tidak bermakna (p>0,05). Hasil analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistik ganda, variabel yang berpengaruh terhadap kejadian TB adalah jenis kelamin OR (95% CI): 2,276 (0,841-6,161); polimorfisme Fold OR (95% CI): 2,346 (1,053-5,225); polimorfisme ApaI OR (95% CI): 0,81 (0,912-3,593) dan defisiensi vitamin D dengan OR (95% CI): 5,645 (1,441-22,113). Peluang terjadinya TB pada anak perempuan dengan defisiensi vitamin D serta polimorfisme Fokl (genotipe FF) dan Apal homozigot (genotipe aa) adalah 0,98, sedangkan pada laki-laki hanya 0,955.
Disimpulkan bahwa defisiensi vitamin D (1,25(OH)2D) dan polimorfisme Fold gen RVD merupakan faktor risiko terjadinya TB pada anak. Perempuan dengan defisiensi vitamin D serta polimorfisme Fold dan ApaI homozigot memiliki peluang terbesar untuk terjadinya TB pada anak.
Kata kunci: Defisiensi vitamin D, polimorfisme gen RVD, tuberkulosis anak
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






