Kolerasi Antara Cartilage Oligomeric Matrix Protein Dengan Kadar P-9 Dan IL-1 Pada Penderita Osteoartritis Sebelum dan Sesudah Latihan Fisik
ABSTRAK
Osteoartritis sendi lutut merupakan penyakit muskuloskeletal yang ditandai dengan rusaknya kartilago sendi dan penyempitan eelah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120900499 610 Lub k R 13.23 Perpustakaan Pusat (Ref 13.23) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri xvii,;116 hlm,;29,5No. Panggil 610 Lub k R 13.23Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik 5786 4-92013Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nur Rachmat Lubis -
ABSTRAK
Osteoartritis sendi lutut merupakan penyakit muskuloskeletal yang ditandai dengan rusaknya kartilago sendi dan penyempitan eelah sendi. dengan keluhan nyeri. Kerusakan kartilago sendi pada osteoartritis disebabkan oleh respons kondrosit terhadap perubahan biokimia, yang bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung dengan memproduksi sitokin dan proteinase yang akan merusak matriks kartilago. Enzim yang bertanggung jawab untuk degradasi
kartilago adalah Matrix Metalloproteinases (MMPs), enzim ini disekresi balk oleh sel sinovial maupun kondrosit. Faktor yang bertanggung jawab untuk induksi sintesis metalloprotease salah satunya adalah interleukin-1/3 (IL-111). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara kadar COMP serum, MMP-9 dan IL-113 pada pasien osteoarthritis awal, sebelum dan setelah 6 minggu perlakuan latihan fisik.
Disain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pengamatan pre dan
post-latihan fisik Jumlah subjek penelitian. adalah 29 orang, terdiri dari 20 wanita dan 9 laki-laki dengan usia 42-74 tahun. Semua subjek diperiksa kadar COMP, MMP-9 dan kadar IL-1 p serum darah dengan metoda ELISA. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah latihan fisik selama 6 minggu.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang bermakna antara
kadar IL-1r3 dengan kadar MMP-9 (r=0,482; p=0,008) pada kelompok pre-latihan fisik. Hasil uji beda berdasarkan t test berpasangan terdapat hubungan yang bermakna pada semua variabel penelitian antara sebelum dan sesudah perlakuan (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






