<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32797">
 <titleInfo>
  <title>Persistensi Herbisida Metolachlor dan Pendimethalin di Pendimenthalin pada Tanaman Kedelai dan Jagung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baidhawi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;184 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Baidhawl: 2013. Persistensi-Herbisida Metolachlor dan Pendimethalin pada &#13;
Tanah yang Berbeda Kandungan Bahan Organik serta Pengaruhnya terhadap &#13;
Gulma, Kedelai dan Jagung. Disertasi Doktor, Program Pascasarjana &#13;
UniversitasPadjadjaran Bandung, dibawah bimbingan Denny Kurniadie, Oktap &#13;
Ramlan Madkar, danDedi Widayat. &#13;
&#13;
Persistensi herbisida merupakan lamanya herbisida tetap aktif dalam &#13;
tanah yang dipengaruhi oleh faktor volatilisasi, fotodekomposisi, adsorbsi, &#13;
pencucian, degradasi oleh mikrobia, degradasi kimia serta penyerapan oleh &#13;
tumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji persistensi, pengaruh herbisidapada &#13;
kedelai dan jagung dan dos is kompos terhadap gulma, kedelai dan jagung. &#13;
Penelitian lapangan ini dilakukan sebanyak dua tahap, tahap pertama pada &#13;
Agustus sampai Oktober 2012 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas &#13;
Padjadjaran kampus Jatinangor, sedangkan tahap kedua Februari sampai Juni &#13;
2013dan di/aksanakan di Desa Luengdaneun Kecamatan Peusangan Siblab &#13;
Krueng Kabupaten Bireun. Percobaan tahap pertama disusun dengan pola &#13;
faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan tahap pertama &#13;
terdiri atas tiga faktor yaitu jenis herbisida (metolachlor dan pendimethalin), &#13;
dosis herbisida (0.0, 0.75, 1.50, dan 2.25 kg ha'} dan penambahan kompos &#13;
(tanpa penambahan, penambahan 1/3 kompos, Y2 kompos, 2/3 kompos dan &#13;
selurunya kompos).Percobaan kedua disusun dengan pola faktorial dalam &#13;
rancangan split-split plot (RPPT) acak kelompok setiap kombinasi perlakuan &#13;
diulang sebanyak dua kali. Percobaan terdiri atas tiga faktor perlakuan, yaitu &#13;
jenis tanaman sebagai petak utama(kedelai dan jagung), jenis herbisida sebagai &#13;
anak petak (metolachlor dan pendimethalin) serta dosis kompos sebagai anak­ &#13;
anak petak (0.00, 10, 20 dan 30 ton ha-I) . Hasil percobaan pertama menunjukkan &#13;
bahwa bobot kering tanaman uji dipengaruhi o/eh pemberian herbisida dan &#13;
penambahan kompos, sedangkan persistensi herbisida ditentukan oleh jenis dan &#13;
dosis herbisida serta penambahan kompos. Percobaan kedua menunjukkan &#13;
aplikasi herbisida pada setiap dosis kompos dapat meningkatkan persentase &#13;
pengendalian gulma dan menurunkan persentase penutupan gulma. Bobot kering &#13;
gulma lebib rendah terdapat pada perlakuan aplikasi herbisida pada setiap jenis &#13;
tanaman. Nilai jumlah dominansi dan indeks similaritas dipengaruhi oleh aplikasi &#13;
herbisida dan jenis tanaman. CO2 mikroorganisme tidak dipengaruhi oleh jenis &#13;
tanaman, herbisida dan dosis kompos. Aplikasi herbisida dan dosis bahan &#13;
&#13;
organik memberikan nilai LTT, jumlah biji per tanaman, bobot biji pertanaman &#13;
serta bobot kering per petak. Persistensi herbisida tertinggi dijumpai pada &#13;
herbisida metolachlor di pertanaman kedelai dan jagung tanpa diberi &#13;
kompos.Herbisida metolachlor lebih persisten dibandingkan dengan &#13;
pendimethalin yang diaplikasikan pada berbagai dosis bahan organik dan &#13;
tanaman. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Baidhawi</note>
 <subject authority="">
  <topic>organik memberikan nilai LTT, jumlah biji per tana</topic>
 </subject>
 <classification>630 Bai p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Bai p/R.15.19</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120900495</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.19)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Bai p/R.15.19</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32797</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 01:57:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-29 11:44:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>