Detail Cantuman

Image of Modal Sosial Dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten Bandung

 

Modal Sosial Dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten Bandung


Banjir adalah salah satu beneana yang sering terjadi di Indonesia. Badan
Nasional Penanggulangan Beneana (BNPB) meneatat sampai bulan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140900139363,349 Muh p/R.63.51Perpustakaan Pusat (REF.63.51)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    363,349 Muh p/R.63.51
    Penerbit Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat(LPPM) : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    363,349 Muh p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Banjir adalah salah satu beneana yang sering terjadi di Indonesia. Badan
    Nasional Penanggulangan Beneana (BNPB) meneatat sampai bulan Februari 2013
    telah terjadi 277 beneana banjir. Sebagian besar beneana tersebut tidak hanya
    terjadi di wilayah perkotaan tetapi juga di perdesaan. Seeara sosial beneana banjir
    tersebut merupakan salah satu masalah sosial yang disebabkan antara lain oleh
    pesatnya pertumbuhan penduduk. Pesatnya pertumbuhan penduduk tersebut selain
    telah menggeser model-model strategi survivalitas masyarakat di sekitamya juga
    telah memuneulkan suatu model relasi baru yang berkembang sebagai salah satu
    strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dalam
    lingkungannya. Adaptasi-adaptasi yang muneul tersebut adalah suatu tata nilai
    barn yang melengkapi dan menjawab kebutuhan sosial baru di dalam masyarakat
    serta berkembangnya berbagai kelompok yang turut berupaya mengatasi masalah
    banjir. Berkembangnya kelompok-kelompok ini, selain telah memuneulkan
    optimisme akan adanya upaya stabilitas sosial, di sisi lain juga menunjukkan
    bahwa modal sosial didalam masyarakat masih terpelihara dan terus tumbuh. Hal
    tersebut dapat dilihat dari masih tingginya kemampuan masyarakat untuk
    bekerjasama demi meneapai tujuan bersama didalam berbagai kelompok dan
    organisasi. Kemarnpuan bekerjasarna ini muneul dari kepereayaan umum di dalam
    sebuah masyarakat atau di bagian-bagian paling keeil dalam masyarakat. Dari
    modal sosial tersebut dimaknai bahwa masyarakat di daerah beneana memiliki
    ketahanan sosialnya yang khas namun bukan tidak mungkin dapat digeneralisir
    melalui bentukan model.

    Masalah didalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana ketahanan sosial
    eksisting dalarn masyarakat? 2). Bagaimana model yang dapat disusun dalam
    konteks ketahanan sosial masyarakat di wilayah beneana? Dengan demikian,
    penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi ketahanan sosial dan juga menyusun
    model ketahanan sosial pada masyarakat yang rentan terhadap beneana.

    Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari penelitian di tahun 2013
    dengan tim peneliti yang sama. Dalarn membangun model, penelitian ini
    menggunakan pendekatan kualitatif dengan beranjak dari studi kasus yang
    dilakukan pada tahun 2013. Studi kasus dilakukan dengan
    membandingkan/komparasi beberapa kasus banjir yang terjadi di Kabupaten
    Bandung. Sumber data dalarn penelitian adalah literature terdahulu dan juga
    berbagai narasumber. Dalam penyusunan model dan evaluasinya, dilakukanfocus
    group discussion guna mendapatkan pandangan emik dari masyarakat tineliti
    berkaitan dengan kebenaran dan kebergunaan model yang disusun oleh tim
    peneliti. Lokasi penelitian ini sebagaimana yang dilakukan pada penelitian tahap
    pertama yaitu di Keeamatan Dayeuhkolot (Desa Citeureup), Keeamatan
    Bojongsoang (Desa Bojongsoang) dan Keeamatan Baleendah (Kelurahan Andir).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi