<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32500">
 <titleInfo>
  <title>Perubahan Nilai Demokrasi Pasca Perubahan dari Desa Menjadi Kelurahan( Studi di Desa Pananjung Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rudiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan otonomi desa merupakan konsekuensi berbagai tuntutan &#13;
perkembangan lingkungan pemerintahan dan lingkungan masyarakat sosial yang &#13;
dinamis. Melalui pp No. 72 Tahun 2005 tentang Desa, diatur tentang kemungkinan &#13;
desa menjadi kelurahan. Namun permasalahan yang muncul adalah hilangnya &#13;
&quot;otonomi&quot; yang dimiliki desa. Padahal selama ini otonomi yang dimiliki desa &#13;
menjadi kekhasan tersendiri bagi desa,karena proses kepemilikikannya berbeda &#13;
dengan otonomi yang dimiliki oleh Daerah (Otonom). Hilangnya otonomi desa ini &#13;
berdampak luas pada derajat demokrasi di desa. &#13;
&#13;
Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan &#13;
kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kondisi empirik &#13;
perubahan dan dampak dari perubahan desa menjadi kelurahan yaitu dampak yang &#13;
akan terkait dengan memudarnya nilai demokrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan &#13;
pelayanan kepada masyarakat relatif lebih efektif dan efesien dibanding ketika &#13;
masih menjadi desa. Hal tersebut dapat dicapai karena kemampuan aparatur &#13;
kelurahan yang lebih baik dibanding perangkat desa. Namun nilai-nilai demokratis &#13;
dari suatu pemerintahan memudar dan bahkan ikatan batin antara pemimpin-warga &#13;
desa yang selama ini telah terbangun dan yang membuka batas ruang-waktu untuk &#13;
menyampaikan aspirasi warga pun telah hilang.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rudiana</note>
 <subject authority="">
  <topic>Otonomi Desa, Demokrasi Desa, Kelurahan</topic>
 </subject>
 <classification>320.459 8 Rud p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.459 8 Rud p/R.63.48</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120900533</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.63.48)</sublocation>
    <shelfLocator>320.459 8 Rud p/R.63.48</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32500</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 01:55:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-27 09:47:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>