Strategi Komunikasi Melalui Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Untuk Pemberdayaan Potensi Perempuan Pedesaan Dalam Bidang Koperasi Di Kabupoaten Sumedang
Strategi Komunikasi Melalui PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga)
untuk Pemberdayaan Potensi Perempuan Pedesaan Dalam Bidang Koperasi di
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001060901481 302.14 Wah s/R.63.15 Perpustakaan Pusat (REF.63.15) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.14 Wah s/R.63.15Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi : Bandung., 2006 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.14 Wah sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Wahyudin, Uud; Rosnandar Romli; Kismiyati El Karimah -
Strategi Komunikasi Melalui PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga)
untuk Pemberdayaan Potensi Perempuan Pedesaan Dalam Bidang Koperasi di
Kabupaten Sumedang, Uud Wahyudin, Rosnandar Romli, Kismiyati El
Karimah.2006.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi melalui
PKK untuk memberdayakan potensi perempuan pedesaan dalam bidang koperasi
dan bentuk informasi dan stimulus yang diberikan oleh PKK guna
memberdayakan potensi perempuan pedesaan dalam bidang koperasi dengan
perspektif gender di kabupaten Sumedang.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analisis yang
digunakan adalah analisis data kualitatif. Nara sumber penelitian adalah ibu-ibu
PKK dan tokoh masyarakat, juga anggota LKMD di desa Ambit kecamatan
Situraja kabupaten Sumedang.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi komunikasi
dalam arti perencanaan dan pengelolaan komunikasi sebagai salah satu dimensi
dalam pendekatan permasalahan di atas belum dimanfaatkan secara optimal baik
oleh organisasi PKK itu sendiri maupun oleh pembuat keputusan (decission
maker). Bentuk informasi dan stimulus yang diberikan oleh PKK guna
memberdayakan potensi perempuan pedesaan dalam bidang koperasi dengan
perspektif gender di kabupaten Sumedang belum diberikan secara optimal.
Wadah PKK sebagai organisasi kegiatan fungsional, sebaiknya dapat
dimanfaatkan tidak hanya sebagai saluran komunikasi penerus pengaruh dari
perubah, inovator atau komunikator kepada sasaran, tetapi juga sebagai saluran
komunikasi responsi (umpan balik) dari sasaran kepada perubah, inovator atau
komunikator.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






