Pengaruh kesenjangan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja...
Perubahan status ITB menjadi BHMN diikuti dengan berbagai perubahan
seperti perubahan teknologi, struktur organisasi, manajemen dan sistem ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001090700010 658.3 Isk p/R.19.258 Perpustakaan Pusat (REF.19.258) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658.3 Isk p/R.19.258Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2009 Deskripsi Fisik 134 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.3 Isk pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Iskandar, Nana Sumpena -
Perubahan status ITB menjadi BHMN diikuti dengan berbagai perubahan
seperti perubahan teknologi, struktur organisasi, manajemen dan sistem kepegawaian.
Apakah iklim barn ini menimbulkan suasana yang berbeda dari iklim sebelumnya dan
apakah sesuai dengan harapan pegawai atau tidak? Apakah iklim ini berpengaruh pada
kepuasan kerja? Peneliti melakukan penelitian di FSRD sebagai suatu Fakultas yang
mananamkan ilmu seni dan sebagai bahan perbandingan dilakukan di S TEI suatu
sekolah ilmu teknik. Metode pengukuran menggunakan alat ukur kuesioner iklim
organisasi (adopsi dari teori G.H. Litwin and Herbert. H. Meyer 1969) terdiri atas 6
dimensi dan kwesioner kepuasan kerja (adopsi dari Minnesota Theory Work
Adjustment, teori Dawis & Lofquis, 1991) terdiri dari 20 dimensi, diolah dengan
menggunakan cara korelasional analisis jalur.
Penelitian di FSRD memperoleh hasil bahwa semua dimensi iklim organisasi
yaitu conformity, responsibility, rewards, clarity standards dan team spirit terjadi
kesenjangan, nilai yang diharapkan lebih besar dari nilai iklim sekarang.
Responsibility, rewards, clarity dan team spirit adalah dimensi yang perbedaannya
signifikan. Keempat dimensi ini dipersepsi sebagai hal yang kurang menyenangkan dan
kurang nyaman, tidak sesuai dengan nilai-nilai, tuntutan dan kebutuhan. Uji korelasi
pengaruh dari ke-4 dimensi ini terhadap kepuasan kerja didapat bahwa dimensi
responsibility dan rewards berpengaruh positif sangat kuat terhadap kepuasan kerja
Kesenjangan dimensi responsibility memiliki pengarnh paling besar dan terkuat
pertama, sedangkan dimensi rewards terkuat kedua. Di STEI-pun menunjukkan semua
dimensi terjadi kesenjangan, namun hanya 3 dimensi yang perbedaannya signifikan
yaitu responsibility, rewards dan team spirit. Dimensi responsibility berpengaruh
positifterkuat pada kepuasan kerja.
Kesenjangan dimensi responsibility berpengaruh sangat kuat pada kepuasan
kerja baik di FSRD maupun di STEI merepresentasikan bahwa setiap keputusan hampir
selalu tergantung pada pucuk pimpinan dimana pegawai kurang mendapat kesempatan
untuk berinisiatif dan mengembangkan kreatifitas dalam mengambil keputusan. Hal ini
menunjukkan bahwa perubahan teknologi dan sistem pengelolaan organisasi tidak serta
merta diikuti oleh perubahan sikap dari SDM yang ada. Proses kepemimpinan baik di
FSRD maupun di STEI masih diwarnai oleh kebiasaan lama berupa budaya birokrasi
dimana sistem hierarki tetap berperan. Sedangkan kesenjangan dimensi rewards yang
berpengaruh terkuat kedua di FSRD merupakan manifestasi perasaan pegawai tentang
ketidak-adilan tentang gaji yang diterima dan kebijaksanaan promosi. Hal ini
menunjukkan bahwa sistem desentralisasi yang berlaku, kurang didaya gunakan secara
kreatif oleh manajemen FSRD, khususnya cara pendekatan psikologis berupa
pengbargaan non materi.
Rancangan Intervensi dalam rangka perbaikan iklim agar kepuasan kerja
SDM FSRD meningkat, jenis intervensi yang dianggap memadai adalah (1) Managing
Motivation Training for performance improvement dan (2) Transformational
Leadership Training.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






