<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32378">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh kesenjangan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja...</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iskandar, Nana Sumpena</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>134 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan status ITB menjadi BHMN diikuti dengan berbagai perubahan &#13;
seperti perubahan teknologi, struktur organisasi, manajemen dan sistem kepegawaian. &#13;
Apakah iklim barn ini menimbulkan suasana yang berbeda dari iklim sebelumnya dan &#13;
apakah sesuai dengan harapan pegawai atau tidak? Apakah iklim ini berpengaruh pada &#13;
kepuasan kerja? Peneliti melakukan penelitian di FSRD sebagai suatu Fakultas yang &#13;
mananamkan ilmu seni dan sebagai bahan perbandingan dilakukan di S TEI suatu &#13;
sekolah ilmu teknik. Metode pengukuran menggunakan alat ukur kuesioner iklim &#13;
organisasi (adopsi dari teori G.H. Litwin and Herbert. H. Meyer 1969) terdiri atas 6 &#13;
dimensi dan kwesioner kepuasan kerja (adopsi dari Minnesota Theory Work &#13;
Adjustment, teori Dawis &amp; Lofquis, 1991) terdiri dari 20 dimensi, diolah dengan &#13;
menggunakan cara korelasional analisis jalur. &#13;
&#13;
Penelitian di FSRD memperoleh hasil bahwa semua dimensi iklim organisasi &#13;
yaitu conformity, responsibility, rewards, clarity standards dan team spirit terjadi &#13;
kesenjangan, nilai yang diharapkan lebih besar dari nilai iklim sekarang. &#13;
Responsibility, rewards, clarity dan team spirit adalah dimensi yang perbedaannya &#13;
signifikan. Keempat dimensi ini dipersepsi sebagai hal yang kurang menyenangkan dan &#13;
kurang nyaman, tidak sesuai dengan nilai-nilai, tuntutan dan kebutuhan. Uji korelasi &#13;
pengaruh dari ke-4 dimensi ini terhadap kepuasan kerja didapat bahwa dimensi &#13;
responsibility dan rewards berpengaruh positif sangat kuat terhadap kepuasan kerja &#13;
Kesenjangan dimensi responsibility memiliki pengarnh paling besar dan terkuat &#13;
pertama, sedangkan dimensi rewards terkuat kedua. Di STEI-pun menunjukkan semua &#13;
dimensi terjadi kesenjangan, namun hanya 3 dimensi yang perbedaannya signifikan &#13;
yaitu responsibility, rewards dan team spirit. Dimensi responsibility berpengaruh &#13;
positifterkuat pada kepuasan kerja. &#13;
&#13;
Kesenjangan dimensi responsibility berpengaruh sangat kuat pada kepuasan &#13;
kerja baik di FSRD maupun di STEI merepresentasikan bahwa setiap keputusan hampir &#13;
selalu tergantung pada pucuk pimpinan dimana pegawai kurang mendapat kesempatan &#13;
untuk berinisiatif dan mengembangkan kreatifitas dalam mengambil keputusan. Hal ini &#13;
menunjukkan bahwa perubahan teknologi dan sistem pengelolaan organisasi tidak serta &#13;
merta diikuti oleh perubahan sikap dari SDM yang ada. Proses kepemimpinan baik di &#13;
FSRD maupun di STEI masih diwarnai oleh kebiasaan lama berupa budaya birokrasi &#13;
dimana sistem hierarki tetap berperan. Sedangkan kesenjangan dimensi rewards yang &#13;
berpengaruh terkuat kedua di FSRD merupakan manifestasi perasaan pegawai tentang &#13;
ketidak-adilan tentang gaji yang diterima dan kebijaksanaan promosi. Hal ini &#13;
menunjukkan bahwa sistem desentralisasi yang berlaku, kurang didaya gunakan secara &#13;
kreatif oleh manajemen FSRD, khususnya cara pendekatan psikologis berupa &#13;
pengbargaan non materi. &#13;
&#13;
Rancangan Intervensi dalam rangka perbaikan iklim agar kepuasan kerja &#13;
SDM FSRD meningkat, jenis intervensi yang dianggap memadai adalah (1) Managing &#13;
Motivation Training for performance improvement dan (2) Transformational &#13;
Leadership Training. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Iskandar, Nana Sumpena</note>
 <subject authority="">
  <topic>Rancangan Intervensi dalam rangka perbaikan iklim </topic>
 </subject>
 <classification>658.3 Isk p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>658.3 Isk p/R.19.258</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090700010</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.258)</sublocation>
    <shelfLocator>658.3 Isk p/R.19.258</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>32378</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 01:41:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-08 08:59:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>