Manajemen Kepadatan Kandang Dan Jenis kelamin Pada Performa Produksi, Kualitas daging dan Kuantitas Kulit Kelinci Peranakan New Zaeland White
MANAJEMEN KEPADATAN KANDANG DAN JENIS KELAMIN PADA
PERFORMA PRODUKSI, KUALITAS DAGING DAN KUANTITAS
KULIT KELINCI PERANAKAN NEW ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700269 636 Foe m/R.20.4 Perpustakaan Pusat (REF.20.4) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 636 Foe m/R.20.4Penerbit magister peternakan Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xv, 133 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 636 Foe mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Foenay, Tri Anggarini Yuniwati -
MANAJEMEN KEPADATAN KANDANG DAN JENIS KELAMIN PADA
PERFORMA PRODUKSI, KUALITAS DAGING DAN KUANTITAS
KULIT KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE
Tri Anggarini Yuniwati Foenay
ABSTRAK
Kelinci peranakan New Zealand White merupakan kelinci penghasil
daging sekaligus penghasil kulit-bulu berwama putih. Manajemen kandang dan
lahan dapat menyebabkan terbatasnya ruang gerak dan berakibat pada performa
produksi. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara
kepadatan kandang dan jenis kelamin, dan mengkaji pengaruh kepadatan kandang
maupun jenis kelamin terhadap performa produksi, kualitas daging, kuantitas kulit
kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian menggunakan rancangan acak
kelompok pola faktorial 3x2 dan empat kelompok bobot sapih sebagai ulangan.
Faktor pertama adalah kepadatan kandang (Kl : 1 ekor/O,2 m , K2 : 2 ekor/O,2 m2,
K3 : 3 ekor/O,2 m"), dan faktor kedua adalah jenis kelamin, (S 1 : jantan, S2 :
betina). Materi yang digunakan adalah 48 ekor kelinci peranakan New Zealand
White umur 42 hari terdiri dari 24 ekor jantan dan 24 ekor betina. Data dianalisis
dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
Parameter pengamatan yaitu : 1) performa produksi : konsumsi ransum,
pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot potong, 2) produksi karkas :
berat karkas, berat daging, berat lemak, berat tulang, 3) kualitas daging : pH
daging, wama daging, daya ikat air, 4) kuantitas kulit : berat, tebal dan luas kulit.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kepadatan kandang
dan jenis kelamin pada seluruh parameter pengamatan. Kepadatan kandang
berpengaruh terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, berat lemak,
berat tulang, dan luas kulit, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas daging.
Kepadatan 2 ekor/O,2 m2 lebih baik dibandingkan 3 ekor/O,2 m2 dan 1 ekor/O,2 m2
berdasarkan konversi pakan, berat daging, berat lemak dan berat tulang. Jenis
kelamin berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan, bobot potong, berat
karkas, berat daging, daya ikat air otot longissimus dorsi dan berat kulit segar.
Ternak jantan lebih baik dibandingkan betina berdasarkan pertambahan bobot
badan, bobot potong, berat karkas, berat daging, dan berat kulit segar. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






