Detail Cantuman

Image of Rancangan modul pelatihan teknik arsetivitas dalam meningkatkan kemampuan arsetif pada remaja korban bullying

 

Rancangan modul pelatihan teknik arsetivitas dalam meningkatkan kemampuan arsetif pada remaja korban bullying


SURI HANDAY ANI DAMANIK. Rancangan Modul Pelatihan Teknik
Asertivitas Dalam Meningkatkan Kemampuan Asertif Pada Remaja Korban

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700167615.851 2 Dam r/R.19.232Perpustakaan Pusat (REF.19.232)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    615.851 2 Dam r/R.19.232
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 134 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    615.851 2 Dam r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • SURI HANDAY ANI DAMANIK. Rancangan Modul Pelatihan Teknik
    Asertivitas Dalam Meningkatkan Kemampuan Asertif Pada Remaja Korban
    Bullying

    Pembimbing : Dra. Hj. Lenny Kendhawati, M.Si. dan Dra. Marisa F.

    Moeliono, M.Pd.

    Salah satu penyebab korban bullying mengalami penindasan yang
    berkelanjutan yaitu karena respon pasif yang mereka tampilkan ketika berhadapan
    dengan pelaku bullying, sehingga mereka dianggap sebagai target yang mudah
    dan menjadi semakin sering ditindas oleh pelaku. Oleh karena itu, untuk
    mengurangi penindasan yang mereka alami, korban sebaiknya diajarkan
    keterampilan untuk membela dirinya sendiri tanpa melanggar hak orang lain, atau
    disebut juga sebagai asertivitas. Dengan demikian perlu adanya suatu program
    pelatihan yang dapat mengajarkan korban bullying berbagai teknik dalam
    berperilaku asertif.

    Penelitian ini bertujuan untuk merancang program pelatihan teknik
    asertivitas dalam meningkatkan kemampuan asertif pada remaja korban bullying
    usia 12-14 tahun. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah evaluasi
    program. Rancangan penelitian yang akan digunakan untuk mengevaluasi
    program pelatihan ini adalah the one group pretest-posttest design, yaitu
    rancangan penelitian yang menggunakan satu kelompok, pengukuran dilakukan
    sebelum dan sesudah treatment. Program pelatihan ini dilandasi oleh prinsip
    behavioristik dengan menggunakan metode behavioral skills training (BST).
    Metode ini melibatkan empat prosedur di setiap sesinya, yaitu modeling, instruksi,
    latihan, danfeedback. Subjek dalam penelitian ini adalah lima orang siswali kelas
    VII SMP BPI yang telah mengalami penindasan di sekolah.

    Program pelatihan ini akan dievaluasi secara deskriptif melalui tiga tahap,
    yaitu reaksi, pengetahuan, dan perilaku subjek mengenai en am teknik asertivitas.
    Oleh karena itu, terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yaitu kuesioner reaksi
    terhadap pelatihan, kuesioner pengetahuan mengenai teknik-teknik asertivitas, dan
    diary terkait penindasan yang dialami serta cara subjek mengatasinya. Hasil yang
    diperoleh adalah terdapat perubahan kemampuan asertivitas dalam diri subjek saat
    menghadapi pelaku bullying. Dari enam teknik yang diajarkan, peningkatan yang
    signifikan terjadi pada teknik 1, 2, dan 4, yaitu teknik membuat pernyataan asertif,
    melawan manipulasi dan ancaman, dan meninggalkan situasi bullying.
    Peningkatan yang belum terjadi pada semua teknik dapat dipengaruhi oleh
    kurangnya kesempatan subjek untuk melatih teknik tersebut karena durasi waktu
    pelatihan yang terbilang singkat.

    Di akhir penelitian, terdapat beberapa saran yang diajukan berkaitan
    dengan penelitian selanjutnya dan hal-hal yang mendukung pengembangan
    rancangan pelatihan teknik asertivitas dalam meningkatkan kemampuan asertif
    pada remaja korban bullyingusia 12-14 tahun.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi