Detail Cantuman

Image of Pengaruh edukasi terhadap kepatuhan pembatasan asupan cairan dan interdialytic weight gain (IWG) pasien gagal ginjal terminal diruang hemodialisis rsud al ihsan provinsi jawa barat

 

Pengaruh edukasi terhadap kepatuhan pembatasan asupan cairan dan interdialytic weight gain (IWG) pasien gagal ginjal terminal diruang hemodialisis rsud al ihsan provinsi jawa barat


TB masih menjadi masalah sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan
oleh pemerintah termasuk Directy Observed Treatment Short Course ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700062610.73 Kom p/R.22.125Perpustakaan Pusat (REF.125)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Kom p/R.22.125
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 89 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Kom p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TB masih menjadi masalah sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan
    oleh pemerintah termasuk Directy Observed Treatment Short Course (DOTS),
    namun kepatuhan klien TB paru masih belum optimal. Kepatuhan klien TB paru
    dalam menjalani pengobatan merupakan hal yang wajib. Penelitian ini bertujuan
    untuk mengetahui pengaruh intervensi konseling perilaku terhadap kepatuhan
    pengobatan fase intensif klien TB di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten
    Karawang. Desain penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan
    kontrol. Responden dibagi dua yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol
    masing masing 45 responden dari 28 puskesmas. Sampel merupakan klien TB
    paru yang berada pada pengobatan fase intensif periode pengobatan Juni-Juli dan
    termasuk kriteria mangkir. Analisis penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon
    sebagai uji non parametric dan uji Mann Whitney untuk menentukan validitas.

    Tingkat kepatuhan sebelum intervensi pada kelompok kontrol dan
    kelompok intervensi berada pada kondisi tidak patuh 80%. Hasil penelitian 73%
    kenaikan menjadi patuh pada kelompok intervensi dan menunjukan kenaikan 24%
    pada kelompok kontrol, maka hipotesa pengaruh yang bermakna (p=0.000).
    Kelompok intervensi menunjukan bahwa tingkat kepatuhan respond en yang
    kurang patuh dan tidak patuh terhadap pengobatan fase intensif setelah mendapat
    intervensi konseling selama 2 kali pada kelompok intervensi didapatkan ada
    pengaruh tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah konseling dengan P=O.OOOl
    (P < a 0.05).

    Uji statistic non parametric dengan menggunakan Willcoxon test
    menunjukkan ada pengaruh intervensi konseling metode perilaku (behavioral)
    terhadap kepatuhan klien TB Paru pengobatan fase Intensif dengan nilai P=
    0,0001.

    Simpulan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah intervensi antara
    kelompok kontrol dan kelompok intervensi di buktikan dengan uji Mann Whitney
    P=O.OOOl yang berarti ada perbedaan kepatuhan menjalani pengobatan fase
    intensif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan untuk bahan
    kebijakan pelaksanaan SOP klien TB paru pengobatan fase intensif di wilayah
    kerja dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi