Detail Cantuman

Image of KARAKTERISASI JAWAWUT (Setaria italica L. Beauve) DI LAHAN SAWAH DAN PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL

 

KARAKTERISASI JAWAWUT (Setaria italica L. Beauve) DI LAHAN SAWAH DAN PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL


ABSTRAK
Dominggus M. D. Tatubey, 2014. Karakterisasi Jawawut (Setaria italica L Beauve) Di Labatt Sawah dan Pengaruh Pemupukan Nitrogen ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700051631.5 Tat k /R 15.10Perpustakaan Pusat (Ref 15.10)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.5 Tat k /R 15.10
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    149 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Dominggus M. D. Tatubey, 2014. Karakterisasi Jawawut (Setaria italica L Beauve) Di Labatt Sawah dan Pengaruh Pemupukan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan }Tashi. Dibawah bimbingan Tati Nurmala dan Warid Ali Qosim.
    Jawawut (Setaria italica L. Beauve) merupakan jenis tanaman serealia berbiji kecil yang berpotensi sebagai sumber pangan. substitusi. Jawawut dapat tumbuh pada lahan semi kering dan kering, tetapi tidak tolera.n pada lahan tergenang. Informasi tentang karakter jawawut basil eksplorasi dari empat provinsi (Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat dan Papua) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter 48 aksesi jawawut yang ditanam pada lahan sawah dan mengetahui pengaruh pemupukan nitrogen terhadap pertumbuhan dan basil. Penelitian dilakukan dalam dua percobaan yaitu (1) percobaan karakterisasi yang dirancang menurut rancangan Augmented, terdiri dari 45 aksesi yang diuji (new entries) dan 3 aksesi pembanding (Checks), (2) percobaan pemupukan yang dirancang menurut Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design), dan terdiri dari dua faktor yaitu ; faktor aksesi (main plot); V1 = aksesi Papua, V2 = aksesi Jawa Barat dan V3 = aksesi Bengkulu, dan faktor dosis pemupukan nitrogen (subplot); N0= 0 kg N/ha, N1= 45 kg Nam, N2 = 90 kg Nitta, dan N3 = 135 kg N/ha. Percobaan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor pada ketinggian 720 m dpl dan 770 m dpl, dan berlangsung sejak Tanuari — November 2013. Pengamatan pada percobaan pertama dilakukan terhadap 26 kara.kter kualitatif dan kuantitatif berdasarkan panduan UPOV. Pengarn.atan pada percobaan kedua dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan basil ; tinggi tanaman, jumlah daun, j umlah anakan, indeks luas daun, laju tumbuh relatif, laju asimilasi bersih, serapan N, panjang malai, bobot malai, bobot biji, bobot 1000 biji, indeks panen, kadar lemak dan kadar gluten. Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa terdapat variasi pada karakter kualitatif dan juga kuantitatif Hubungan kekerabata.n yang sangat dekat terdapat pada 9 aksesi yaitu ace 7 dan acc 20, ace 9 dan ace 19, ace 3 dan ace 24, ace 11, acc 12 dan acc14. Hasil percobaan kedua menunjukkan bahwa aksesi (V) dan dosis pemupukan nitrogen (N) berpengaruh terhadap semua komponen pertumbuhan dan basil, kecuali pada serapan N, kadar lemak dan gluten. Kadar lemak pada ketiga aksesi jawawut berkisar antara 3,32-4.01%. Hasil analisis gluten tidak menemukan adanya kadar gluten pada biji jawawut.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi